Menteri Yunani desak ratusan migran tinggalkan perbatasan

Menteri Yunani desak ratusan migran tinggalkan perbatasan

Para migran dan pengungsi, yang mengatakan bahwa mereka berupaya melakukan perjalanan ke Eropa utara, terlibat bentrok dengan petugas polisi anti huru-hara di dekat kota Diavata di Yunani utara, Jumat (5/4 2019) ANTARA FOTO/REUTERS/Alexandros Avramidis/aww.

Athena (ANTARA) - Yunani pada Jumat mendesak ratusan migran dan pengungsi yang berkumpul di lapangan dekat perbatasan negara tersebut agar kembali ke pemukiman mereka atau mereka akan dikenai sanksi.

Sekelompok kecil orang, termasuk anak-anak, tiba di lapangan dekat kamp migran Diavata di dekat perbatasan dengan Macedonia Utara, Kamis.

Hingga Jumat pagi, terdapat lebih dari 100 tenda didirikan di lapangan tersebut. keberadaan mereka itu didorong adanya laporan di media sosial tentang gerakan terorganisasi untuk melintasi perbatasan barat daya Yunani dengan Albania pada awal April.

"Saya memohon kepada mereka sekarang ... agar kembali ke pusat penampungan," kata Menteri Migrasi Yunani, Dimitris Vitsas kepada stasiun TV pemerintah ERT.

"Bohong kalau perbatasan akan dibuka," tegasnya. "Dalam sejumlah pakta internasional, ada kewajiban dan ada pula sanksi."

Polisi memblokir akses rute dengan menempatkan sejumlah bus di area tersebut.

Puluhan ribu pengungsi dan migran, terutama dari Suriah, Irak dan Afghanistan, terjebak di Yunani sejak negara-negara Balkan menutup perbatasan mereka pada 2016. Rute tersebut merupakan jalan lintas utama menuju Eropa utara.

Vitsas menuturkan bahwa dirinya berharap para pengungsi dan migran meninggalkan lapangan tersebut malam ini.

Sumber: Reuters

Baca juga: Penjaga pantai Yunani selamatkan 113 migran
Baca juga: Pencari suaka bakar kamp penampungan di Yunani

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar