counter

Bawaslu Kotim tingkatkan pengawasan pemilu di kawasan pinggiran

Bawaslu Kotim tingkatkan pengawasan pemilu di kawasan pinggiran

Ketua Bawaslu Provinsi Kalteng Satriadi (tengah) dan Ketua Bawaslu Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Tohari (kedua kanan) saat rapat koordinasi teknis pengawas pemilu di Sampit, Kamis (4/4/2019) lalu. (Istimewa)

Sampit (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meningkatkan pengawasan menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April.

"Daerah pinggiran jadi fokus kami karena potensi kerawanannya tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan agar tidak sampai terjadi pelanggaran aturan," kata Ketua Bawaslu Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Tohari di Sampit,Senin.

Kotawaringin Timur terdiri atas 17 kecamatan, 168 desa, dan 17 kelurahan. Kabupaten ini memiliki wilayah yang cukup luas dengan kondisi geografis yang cukup sulit dan akses jalan darat masih terbatas.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi jajaran Bawaslu dalam melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya kecurangan. Daerah pinggiran mendapat prioritas karena berbagai pertimbangan seperti sulitnya akses, terbatasnya peran aktif masyarakat membantu mengawasi pemilu serta kendala lain.

"Untuk mencegah pelanggaran pemilu, Bawaslu melakukan patroli dengan mengerahkan semua personel. Total ada 1.581 personel pengawas mulai tingkat kabupaten hingga pengawas tempat pemungutan suara (TPS)," katanya.

Pengawas melakukan patroli dengan berkeliling mendatangi masyarakat untuk mengajak menciptakan pemilu yang jujur dan adil serta mencegah kecurangan. Masyarakat juga diminta berpartisipasi aktif membantu mengawasi dan segera melaporkan jika mengetahui ada indikasi pelanggaran pemilu.

Patroli pengawasan tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tetapi justru dilakukan secara terbuka. Hal itu untuk menegaskan bahwa semua kegiatan terkait pemilu akan selalu diawasi sehingga diharapkan tidak ada pihak manapun yang melakukan kecurangan.

Patroli tersebut juga dilakukan di desa-desa pelosok oleh panwaslu dan pengawas TPS. Pengawas akan segera melaporkan secara berjenjang jika ditemukan ada indikasi pelanggaran pemilu oleh siapapun.

"Pengawas akan berbincang dengan masyarakat serta berkoordinasi dengan lurah, kepala desa, ketua RT dan RW serta siapa saja. Kami ingin pemilu yang bersih, berintegritas, jujur, adil dan berkualitas," tegas Tohari.

Saat melakukan patroli, pengawas juga akan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April nanti sehingga partisipasi pemilih di Kotawaringin Timur ini akan meningkat signifikan. Tingkat partisipasi pemilih akan berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan hasilnya nanti.

Sementara itu, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kotawaringin Timur, jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap 3 (DPTHP 3) sebanyak 274.316 pemilih. Sedangkan jumlah TPS kini bertambah dari 1.277 menjadi 1.300 TPS.

 

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar