counter

Masih dievakuasi, lima pendulang intan yang tertimbun longsor

Masih dievakuasi, lima pendulang intan yang tertimbun longsor

Proses evakuasi pendulang intan yang tertimbun di kawasan pendulangan intan semi tradisional di Desa Pumpung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. (Antaranews Kalsel/Istimewa)

Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarbaru Surianor Ahmad mengatakan hingga saat ini pihaknya sedang melakukan proses evakuasi terhadap lima orang pendulang intan yang tertimbun lubang pendulangan yang longsor.

Menurut Surianor, pada Senin sekitar pukul 14:00 Wita, pihaknya mendapatkan informasi bahwa lima orang pendulang intan di kawasan pendulangan intan semi tradisional kawasan Desa Pumpung Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan tertimbun longsor.

"Mendengar informasi tersebut, kami langsung mengerahkan petugas untuk membantu pengevakuasi ke lima orang korban tersebut," katanya.

Hingga pukul 17.15 Wita, tambah dia, proses evakuasi masih berlangsung, hingga seluruh korban bisa ditemukan dalam keadaan apapun.

"Proses evakuasi masih berlangsung dan sudah ditemukan satu korban meninggal, menyusul dua korban lagi, tapi masih belum diketahui siapa namanya," ujar Surianor yang masih berada di lokasi kejadian.

Camat Cempaka Rifai mengatakan, satu korban pendulang yang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah Zumat, sedangkan empat korban lainnya masih dalam proses evakuasi.

Longsornya lubang pendulangan intan di kawasan itu, diduga terjadi karena kondisi tanah bercampur pasir dan kerikil basah akibat hujan yang turun sejak Senin pagi dan pendulangan tetap berjalan.

Diduga, saat kelompok pendulang yang berjumlah tujuh orang berada di dalam lubang, material tanah bagian atas longsor dan menutup mulut lubang pendulangan sehingga orang di dalamnya terkubur.

Hingga pukul 17.30 Wita, proses evakuasi korban yang tertimbun longsor masih terus berlangsung dilakukan pendulang, dibantu petugas BPBD dan personel kepolisian.

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar