counter

Laporan dari Tiongkok

Pelajar Indonesia hilang di China ditemukan tak bernyawa

Pelajar Indonesia hilang di China ditemukan tak bernyawa

(Ilustrasi) - Korban pembunuhan. (ANTARA)

Beijing (ANTARA) - Seorang pelajar asal Indonesia di China yang hilang selama lima hari akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Informasi yang dihimpun Antara dari berbagai sumber di China, Kamis, menyebutkan pelajar yang diketahui bernama Richard asal Medan, Sumatera Utara, itu hilang sejak Kamis (4/4).

Kabar mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Suzhou, Provinsi Jiangsu, yang hilang kontak tersebut telah tersebar di media sosial Wechat.

Lima hari kemudian barulah dapat informasi bahwa korban ditemukan meninggal di sekitar Sungai Xietang, Jiangsu.

Sampai saat ini aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab tewasnya mahasiswa asal Indonesia berusia 22 tahun itu.

Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Fadlan Muzakki mengimbau warga negara Indonesia di China yang didominasi pelajar untuk berempati terhadap korban dengan tidak sembarangan menyebarkan informasi.

"Saya paham banyak pertanyaan dan rasa ingin tahu teman-teman sangat tinggi mengenai apa yang sedang terjadi pada teman kami. Kami apresiasi kepedulian teman-teman. Tapi mohon kiranya bijak dalam menyebarkan informasi-informasi yang tidak didapat dari sumbernya langsung," ujarnya melalui pesan singkat yang dikirimkan berantai melalui Wechat.

Ia juga meminta agar tidak menyebarkan berita, foto, dan cerita yang masih berupa asumsi semata.

"Mari kita tunggu semua investigasi dan pemeriksaan selesai dan mari kita tunggu info resmi dari semua pihak agar informasi ini tidak simpang-siur dan menimbulkan kecemasan," ujarnya.

PPIT juga menyatakan siap membantu aparat kepolisian setempat dalam mengungkap kasus tersebut dengan memberikan informasi mengenai keseharian korban.

Sebelumnya telah ramai pesan berantai di Wechat yang menyebutkan bahwa sebagian anggota tubuh korban hilang saat ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Pesan berisi imbauan kewaspadaan yang ditulis dalam bahasa Inggris itu juga menyebutkan bahwa pada Desember 2018 seorang pelajar asal Rusia juga menjadi korban penculikan.

Baca juga: Pelajar Indonesia di 13 Negara akan Berkumpul di China

Baca juga: PPIT beri catatan positif wawasan internasional kedua capres

Baca juga: Pelajar Indonesia di Jordania berharap capres soroti isu Palestina

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI & TNI-AL edukasi pelajar Bintan mengenal rupiah & jaga kedaulatan

Komentar