Kalbar Tetap Usulkan Pembentukan Provinsi Baru

Pontianak (ANTARA News) - Rencana pemekaran Provinsi Kalimantan Barat menjadi Kapuas Raya tetap dilanjutkan meski Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, mengisyaratkan bahwa pembentukan daerah otonom baru akan ditunda hingga penyelenggaraan Pemilu 2009. Wakil Gubernur Kalbar, Laurentius Herman (LH) Kadir di Pontianak, Senin, mengatakan, ia dan lima bupati dari kabupaten calon Provinsi Kapuas Raya akan menghadap Mendagri di Jakarta, Selasa (6/11) pagi, untuk menyampaikan secara resmi usulan pembentukan daerah otonom baru tersebut. Menurut LH Kadir, secara teknis usulan itu sudah final di tingkat Kalbar karena telah melalui berbagai kajian sehingga dianggap layak secara administrasi maupun teknis. DPRD Provinsi Kalbar juga sudah mengeluarkan persetujuan mengenai pembentukan Kapuas Raya melalui mekanisme voting pada sidang paripurna 21 September 2007. Ia optimis persetujuan Pemerintah Pusat maupun DPR RI terhadap Kapuas Raya masih terbuka mengingat pernyataan Mendagri untuk menunda pembentukan daerah otonom baru hanya berlaku di tingkat kabupaten/kota. Mengenai adanya ketidaksetujuan dari Fraksi PBR-PKS di DPRD Provinsi Kalbar karena dinilai belum mencerminkan aspirasi masyarakat setempat, LH Kadir menilai hal itu tidak perlu dipersoalkan sebab mayoritas fraksi sepakat untuk mendukung. Lima kabupaten calon Provinsi Kapuas Raya terletak di wilayah timur Kalbar, yakni Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu dengan jumlah penduduk 1,55 juta jiwa dan luas wilayah 80.194 kilometer persegi. Sintang disepakati sebagai calon koordinator dari lima kabupaten tersebut serta disiapkan menjadi ibukota provinsi. Bupati Sintang, Milton Crosby mengatakan, Sintang dinilai paling tepat untuk menjadi ibukota karena secara geografis letaknya ditengah-tengah calon provinsi Kapuas Raya sehingga relatif lebih mudah dijangkau oleh empat kabupaten lain. Ia mengatakan, untuk persiapan sebagai ibukota provinsi, status Kota Sintang dari ibukota kabupaten akan diubah menjadi kotamadya. Selain itu, Kota Sintang akan ditata agar saat provinsi Kapuas Raya terbentuk sudah siap menjadi ibukota. "Untuk menata Kota Sintang, akan dialokasikan dana sebesar Rp4 miliar. Tahap awal, yang disiapkan sebesar Rp200 juta tapi tahun depan meningkat menjadi Rp1 miliar," kata Milton Crosby. Wacana pembentukan Kapuas Raya mulai mencuat sejak 1991. LH Kadir yang saat itu duduk di Biro Pemerintahan Pemprov Kalbar, pernah mempresentasikan rencana tersebut ke Dewan Otonomi Daerah namun belum ada tindak lanjutnya dan kembali menguat pada 2003 tetapi masih sebatas seminar. Tiga tahun kemudian, lima bupati calon Provinsi Kapuas Raya sepakat untuk mempersiapkan membentuk daerah otonom baru yang disetujui dewan di masing-masing kabupaten. "Perjuangan 16 tahun itu masih terus berlanjut karena sekarang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat," kata LH Kadir. Ia berharap, provinsi itu dapat diwujudkan pada 2008 atau paling lambat 2009.(*)

Editor: Heru Purwanto
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar