counter

Menkominfo resmikan BTS dan akses internet Mentawai

Menkominfo resmikan BTS dan akses internet Mentawai

Teleconference Menkominfo Rudiantara bersama Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan Direktur Layanan Teknologi Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Danny Januar, dari Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (11/4/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Padang (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meresmikan BTS (Base Transceiver Station) dan akses internet untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Kamis.

Peresmian dilakukan melalui percakapan telekonferensi dengan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan Direktur Layanan Teknologi Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Danny Januar yang berada di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Matobe, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

"Kami lakukan acara dari titik di Padang ke Mentawai. Prioritas pemerintah untuk secepatnya membangun fasilitas internet. Yang dibutuhkan sekarang bisa berinternet dengan cepat. Semua fasilitas kesehatan, puskemas akan terhubung dengan internet kecepatan tinggi," kata Rudiantara dalam telekonferensi itu.
 
Teleconference Menkominfo Rudiantara bersama Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan Direktur Layanan Teknologi Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Danny Januar, dari Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (11/4/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)



Turut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Rektor Universitas Negeri Padang Ganefri serta Direktur Utama BAKTI Anang Latif.

Pemerintah membangun akses internet di wilayah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan) sejak tahun 2015. Di Mentawai saat ini sudah ada 25 titik lokasi BTS dan 97 titik akses internet BAKTI.

Akses internet ini antara lain untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi siswa SMP dan SMA dan pelayanan kesehatan masyarakat di Mentawai.

"Alhamdulillah tahun 2020 di Mentawai ada UNBK, termasuk di kantor pemerintahan sudah memakai internet," kata Nasrul.

Dalam kesempatan itu, Anang Latief mengakui Mentawai sebagai salah satu lokasi yang paling menantang karena terletak terpisah dari pulau Sumatera. Menurut dia, masih banyak desa yang terpisah dari ibukota Mentawai sehingga penggunaan satelit menjadi solusi atas masalah akses internet di sana.

Setelah Metawai, giliran Pasaman Barat dan Solok Selatan yang akan tersambung dengan internet cepat.

"Prioritas kami serahkan sepenuhnya pada pemerintah provinsi. Minggu lalu pak wagub datang ke kantor BAKTI menyampaikan usulan tiga kabupaten yakni Metawai, Pasaman Barat dan Solok Selatan. Itu kami eksekusi di tahun ini," kata dia.


Baca juga: Tujuh tower komunikasi di Mentawai alami kerusakan

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPJS Kesehatan kembangkan pelayanan kesehatan berbasis digital

Komentar