Pengamat: Mentalitas penyelenggara kendala wujudkan Pemilu Jurdil

Pengamat: Mentalitas penyelenggara kendala wujudkan Pemilu Jurdil

Pengamat politik dan demokrasi Titi Anggraini usai diskusi publik bertajuk Netralitas penyelenggara untuk pemilu berkualitas di Jakarta, Kamis (11/4/2019) (Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat pemilu dan demokrasi Titi Anggraini mengatakan pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil akan sulit tercapai selama tidak dibarengi oleh etika, moral dan mentalitas penyelenggara pemilu yang baik.

"Selama mentalitasnya masih buruk ya masih terjadi kecurangan," kata Titi, dalam diskusi publik bertajuk Netralitas Penyelenggara untuk Pemilu Berkualitas yang berlangsung di Cikini, Jakarta, Kamis.

Titi mengatakan persoalan integritas penyelenggaraan pemilu tidak hanya dari penyelenggara saja, tetapi juga semua yang terlibat, yakni pesertanya dan juga pemilihnya.

Tetapi, katanya, pada saat proses pemungutan suara berlangsung persoalan integritas sangat rentan terjadi di tingkat penyelenggara pemilu kecamatan.

Berdasarkan pengalaman yang terjadi pada sengketa pemilu 2014 di Mahkamah Konstitusi, integritas yang banyak menjadi persoalan adalah integritas petugas di tingkat kecamatan, begitu juga dengan pemilu 2009.

"Integritas penyelenggara yang paling banyak disorot selama proses pemungutan suara itu adalah integritas penyelenggara ad hock," kata Direktur Eksekutif Perludem itu.

Menurut Titi, pelanggaran yang dilakukan itu banyak faktornya baik secara sengaja ataupun tidak sengaja seperti melakukan kecurangan secara sengaja, atau lalai, ketidakcermatan dan karena ketidakmampuan menyelenggarakan pemilu.

Titi mengatakan proses seleksi anggota penyelenggara pemilu di tingkat kelurahan dan kecamatan menjadi penting, agar benar-benar memilih orang-orang yang tepat sehingga penyelenggaraan pemilu menjadi berkualitas dan minim kecurangan.

Karena Indonesia sudah memilih sistem pemilu yang bagus dan proses perhitungan suara yang paling transparan di dunia. Sehingga sikap mental, etika dan moralitas menjadi penting untuk diperhatikan.

Ia menyarankan dilakukan perbaikan dari hulu ke hilir diawali dengan proses rekruitmen yang terbuka dan akuntabel.

"Dan membangun pengawasan internal, sehingga ada pelanggaran bisa diberi sanksi keras," kata Titi.

Diskusi publik bertajuk Netralitas Penyelenggara untuk Pemilu Berkualitas diselenggarakan oleh Komunitas Pemuda JagaPemilu.com menghadirkan sejumlah narasumber yakni Haris Azhar, pendiri Lokataru Indonesia, Rahmat Yananda, CEO Makna Informasi, dan Zuhad Aji Firmantoro, Ketua Umum PB HMI MPO.

Pewarta: Laily Rahmawaty, Joko Susilo
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar