counter

Debat Capres

Pengamat minta implementasi 3 kartu baru dicegah dari kebocoran

Pengamat minta implementasi 3 kartu baru dicegah dari kebocoran

Capres Joko Widodo menunjukkan kartu baru yang merupakan program utamanya kepada ribuan pendukungnya di Sukabumi, Jabar pada Kamis, (11/4/2019). (ANTARA/Aditya AR).

kalau tidak realtime itu bahaya dan susah dimonitor
Jakarta (ANTARA) - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai berbagai program yang ditawarkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 berupa tiga kartu baru dinilai baik, namun implementasinya di lapangan harus bisa dicegah dari kebocoran.

"Kalau dari segi pandang saya, tiga kartu (Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah) tergantung implementasinya. Ada yang baik ada yang buruk," jelas Agus saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Agus, dalam implementasi berbagai program kesejahteraan sosial di lapangan harus dapat diawasi untuk mencegah terjadinya kebocoran anggaran atau penyelewengan pada dana terkait.

Caranya dengan penerapan teknologi digital untuk merekam semua data, dan harus dapat diakses oleh publik secara seketika (realtime). Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran atau penyelewengan dana.

Menurut Agus, program berbagai kartu yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo yang juga merupakan calon presiden pertahana nomor urut 01 belum menerapkan pencatatan data secara terbuka dan dalam waktu nyata (seketika).

Disinggung mengenai efektivitas program seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Nontunai yang sudah dilakukan oleh pemerintah, Agus belum bisa menilainya karena tidak mendapatkan data secara waktu nyata dan tercatat dari program tersebut.

"Sekali lagi saya melihatnya dari sisi kebijakan itu baik, yang sangat harus diawasi itu implementasinya," kata dia.

Agus memandang program baru seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah dari sisi kebijakan publik dinilai baik.

"Program bagus, karena itu kan menyiapkan orang untuk kerja yang vokasional itu, kemudian juga untuk sekolah sembilan tahun itu bagus. Sekarang pengawasannya harus realtime, kalau tidak realtime itu bahaya dan susah dimonitor," jelas dia.

Pemilu Presiden 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April diikuti dua pasangan calon prsiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.


Baca juga: Jokowi: Tiga kartu baru efektif tahun depan
Baca juga: Pengamat: wacana kartu sakti baru akan tumpang tindih

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini alasan Prabowo-Sandi tidak ingin mengambil gaji

Komentar