Chicago (ANTARA) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik kembali pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya jatuh, karena indeks dolar AS melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, menguat 1,90 dolar AS atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada 1.295,20 dolar AS per ounce.

Emas berjangka pada perdagangan Kamis (11/4/2019) mengalami penurunan satu sesi terbesar sepanjang bulan ini, anjlok 20,60 dolar AS atau 1,57 persen, kembali berada di bawah 1.300 dolar AS per ounce, tingkat psikologis dan teknis yang signifikan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, mundur 0,22 persen menjadi 96,95 pada pukul 17.20 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas pada Jumat (12/4/2019).

Ketika dolar AS mundur maka emas berjangka yang dihargai dalam dolar AS biasanya akan naik, karena menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Namun, reli di Wall Street membatasi kenaikan emas lebih lanjut. Pada tengah hari waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 199,52 poin atau 0,76 persen, menjadi 26.342,57 poin. Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq mengikuti kenaikan Dow.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 9,6 sen AS atau 0,65 persen menjadi 14,963 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 3,2 dolar AS atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 898,50 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa Spanyol menguat, Indeks IBEX-35 ditutup naik 23,10 poin

Baca juga: Analis: IHSG ditutup turun tipis dan cenderung melemah jelang Pemilu

Baca juga: Analis: Rupiah menguat akhir pekan, tetap waspadai sentimen global




 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2019