Indonesia Dominasi Unggulan di Bulutangkis Sea Games

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia yang akan turun dengan kekuatan penuh di SEA Games Thailand, mendominasi posisi unggulan di hampir setiap nomor perorangan yang dipertandingkan dalam cabang bulutangkis. Indonesia yang menargetkan empat dari tujuh medali emas yang diperebutkan, dalam undian pertandingan yang dilaksanakan Konfederasi Bulutangkis Asia (BAC) di Bangkok, Rabu (7/11), menempatkan pemainnya sebagai unggulan pertama dan kedua pada nomor tunggal putra, ganda putra dan campuran. Juara Olimpiade Taufik Hidayat (unggulan pertama) dan runner-up Kejuaraan Dunia Sony Dwi Kuncoro (2), kemungkinan bisa bertemu di final karena hanya ada pebulutangkis nomor satu Thailand Boonsak Ponsana (3) dan Ronald Susilo (4) dari Singapura yang diperkirakan akan memberikan perlawanan ketat pada mereka. Meski demikian Sony harus langsung menghadapi peringkat 22 dunia Kendrick Lee dari Singapura pada pertandingan pertamanya. "Ini pertemuan pertama Sony dengan Kendrick, pertandingan tersebut akan berlangsung ketat," ujar pelatih tunggal putra Hendrawan, Jumat. Hendrawan yang menargetkan medali emas dari nomor tunggal putra perorangan akan mendampingi pemain asuhannya itu di Thailand. Sementara lawan berat yang kemungkinan dihadapi juara dunia Markis Kido/Hendra Setiawan dan ranking 10 dunia Joko Riyadi/Hendra Gunawan yang juga menjadi unggulan utama pada ganda putra, adalah pasangan Hendra Wijaya/Hendri Kurniawan Saputra. Pasangan Singapura yang menjadi unggulan ketiga itu pernah mengalahkan Markis/Hendra di Singapura Terbuka 2006. Begitu pula juara dunia ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir dan duakali juara Super Series (Singapura dan Prancis Terbuka) Flandy Limpele/Vita Marissa berada di urutan pertama dan kedua. Nova/Lilyana yang mendapat bye pada putaran pertama diperkirakan bertemu ganda yang mengalahkan mereka di putaran pertama Denmark Terbuka, Sudket Prapakamol/Saralee Thungthongkam dari Thailand di semifinal. Selain mereka, Indonesia juga menempatkan Maria Kristin sebagai unggulan kedua di tunggal putri dan pasangan juara China Master Vita Marissa/Lilyana Natsir sebagai unggulan keempat pada ganda putri. Meski tidak menempati unggulan pertama, tunggal putri juga ditargetkan meraih medali emas seperti yan dihasilkan dua tahun lalu di Filipina. "Pemain tunggal putri tidak akan ambil bagian di China dan Hong Kong Terbuka Super Series agar konsentrasi sepenuhnya ke SEA Games," kata Hendrawan yang juga akan mendampingi pemain tunggal putri di Thailand. Pada SEA Games Filipina dua tahun lalu, tunggal putri menjadi salah satu penyumbang medali emas melalui Adriyanti Firdasari yang mengalahkan pemain Malaysia Wong Mew Choo. Pada nomor beregu, tim putra Indonesia juga menjadi unggulan teratas dan mendapat bye di putaran pertama untuk selanjutnya bertemu pemenang antara unggulan keempat Thailand dan Laos di semifinal. Sedang pada beregu putri yang hanya diikuti enam negara, meskipun menjadi unggulan kedua di bawah Malaysia, seperti juga pada beregu putra, Indonesia langsung ke semifinal bertemu pemenang antara Thailand dan Laos. Nomor beregu akan dipertandingkan pada 8-10 Desember sedangkan perorangan digelar pada 11-14 Desember.(*)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Kilas Balik 2019 - Desember: Dari prestasi Indonesia di SEA Games 2019 hingga peresmian tol pertama Kalimantan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar