counter

ASDP tak siapkan kapal tambahan untuk angkut peziarah

ASDP tak siapkan kapal tambahan untuk angkut peziarah

Para peziarah yang menggunakan layanan penyeberangan feri dari Pelabuhan Bolok, Kupang, menuju Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, untuk mengikuti ritual keagamaan "Semana Santa" menyambut Hari Raya Paskah umat katolik di daerah itu. (Antara foto/Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) - Manajamen PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kupang, tidak menyiapkan kapal tambahan untuk mengangkut penumpang yang akan mengikuti ziarah di Larantuka, Flores Timur.

"Kami tidak menyiapkan kapal tambahan, karena tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana tidak terlalu banyak orang yang berangkat ke Larantuka karena ada Pemilu," kata Manajer Usaha ASDP, Hermin Welkis kepada Antara di Kupang, Senin.

Menurut dia, ASDP hanya memberangkatkan kapal sesuai dengan jadwal pelayaran ke Larantuka yakni tiga kali dalam sepekan dan satu kali pelayaran khusus untuk mengangkut peziarah.

"Jadi hanya empat trip kapal. Hari Minggu, Selasa dan Kamis serta satu trip khusus hari Rabu, (17/4), yang disiapkan khusus untuk mengangkut peziarah ke Larantuka," katanya.

Khusus untuk pelayaran pada Rabu, (17/4) ini, merupakan pelayaran yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTT, untuk mengangkut 600 peziarah ke Larantuka.

Kapal tersebut akan diberangkatkan pada sore hari, atau menunggu selesai pemungutan suara pada Pemilu serentak 2019, yang jatuh pada Rabu, 17 April 2019.

Dia menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya, para penumpang baru membludak pada satu hari sebelum perayaan Jumad Agung di Kota Larantuka.

Namun, pada Kamis, (18/4), sudah ada jadwal pelayaran ke Larantuka, sehingga para penumpang bisa menggunakkan kapal pelayaran reguler, katanya.

"Tetapi kalau memang ada banyak penumpang yang mau berangkat, maka ASDP akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya. 

Baca juga: NTT siapkan feri gratis untuk 600 peziarah Semana Santa

Baca juga: Ratusan peziarah Semana Santa mulai menuju Larantuka

 

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar