counter

AMMDes siap rambah pasar ekspor ke 49 negara

AMMDes siap rambah pasar ekspor ke 49 negara

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memberi sambutan pada The 2nd AMMDes Summit di Tangerang, Senin. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

Di samping terbukti mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, AMMDes juga telah diminati oleh negara-negara lain
Tangerang (ANTARA) - Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) siap merambah pasar ekspor ke 49 negara, yang ditandai dengan penandatangan Letter of Intentantara PT Kreasi Mandiri Wintor Distributor sebagai perusahaan distribusi AMMDes-KMW dengan PT Repindo Jagad Raya tentang rencana ekspor 10 ribu unit AMMDes hingga 2023.

“Di samping terbukti mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, AMMDes juga telah diminati oleh negara-negara lain,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada The 2nd AMMDes Summit di Tangerang, Senin.

Pada kegiatan itu juga dilakukan serah terima AMMDes Ambulance Feedersebanyak dua unit dari PT KMWI kepada United States Agency for International Development (USAID) untuk kebutuhan pelayanan kesehatan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto menjelaskan bahwa, AMMDes mempunyai model dasar yang dilengkapi dengan flat deckdan fitur power take off(PTO).

“Mesin dieselyang digunakan pada model ini telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa yang lebih baik di medan off road dan berbukit,” ujarnya.

Model ini juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc atau setara dengan 14 HP.

Selain itu, model ini dilengkapi dengan differential lock sebagai fitur pengunci roda belakang sehingga dapat bergerak secara bersamaan untuk menambah traksi saat melintasi jalan yang buruk.

Dikembangkan dengan dilengkapi alat pengolah air jernih dan air minum.

Fungsi AMMDes ini sudah dimanfaatkan di tiga wilayah yang terkena dampak gempa di Provinsi Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, yakni di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala melalui bantuan lima unit dari Kemenperin.

“Saat ini, AMMDes telah diproduksi massal dengan pengembangan aplikasi untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, dan tanggap darurat bencana,” imbuhnya.

Bagi masyarakat desa atau dalam kondisi darurat bencana, kebutuhan air bersih dan air minum sangat penting untuk mendukung berbagai aktivitas.

“Kebutuhan air bersih dan air minum memang sangat penting, karena selain digunakan untuk memasak dan lainnya, air yang dihasilkan oleh AMMDes juga langsung diminum dan telah mendapatkan sertifikat layak minum dari dinas kesehatan,” ungkap Harjanto.

“Bahkan, saat ini telah dikembangkan AMMDes yang dilengkapi dengan unit ice flakeatau pembuat es serpihan yang cocok untuk nelayan,” tuturnya.

Menariknya lagi, kini AMMDes mampu dikembangkan sebagai feeder ambulans di wilayah-wilayah yang bermedan berat dan juga minim infrastruktur jalan. Fungsi ini diyakini akan mengurangi jumlah kematian ibu melahirkan di Indonesia.

Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong pengembangan AMMDes sebagai salah satu karya anak bangsa yang perlu diapresiasi karena wujud kemandirian industri nasional.

Baca juga: Menperin targetkan produksi tiga ribu AMMDes per tahun
Baca juga: Pemerintah gandeng 60 industri nasional kembangkan alat pedesaan

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenperin gelar pameran produk IKM Sumatera Selatan

Komentar