counter

Baznas berdayakan petani Karawang

Baznas berdayakan petani Karawang

Panen hasil pertanian dari program pemberdayaan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Karawang, Senin (15/4/2019). (Baznas)

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengembangkan program pemberdayaan bagi para petani penerima zakat (mustahik) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin, program itu dikembangkan dalam upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan para petani Indonesia dengan memanfaatkan dana zakat, infak dan sedekah.

Dia mengatakan salah satu daerah yang dikembangkan dalam program itu dilakukan di Kampung Tipar Kolot, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

Menurut dia, saat ini lahan 12,5 hektare yang digarap Kelompok Tani Hipanusa dengan dana Baznas itu telah memasuki panen raya dengan hasil memuaskan. 

"Hasil panen yang meningkat cukup signifikan ini membuat petani merasa bahagia dan makin bersemangat mewujudkan Lumbung Pangan di Karawang," kata dia.

Menurut dia, program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan Baznas di Karawang telah dimulai sejak Oktober 2018, dilanjutkan dengan masa tanam padi mulai Desember 2018.

Melalui Program Lumbung Pangan, kata Bambang, dapat memberikan sarana produksi pertanian dan perkebunan, sewa lahan, teknologi, akses pemasaran serta pendampingan ketat.

"Hasilnya, panen petani mengalami kenaikan rata-rata 34 persen. Hasil panen sebelum menerima manfaat program Lumbung Pangan Baznas rata-rata hanya 50,6 ton, kini menjadi rata-rata 68,2 ton setelah menerima manfaat program tersebut," kata dia.

Dia mengatakan program itu dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Di Karawang, program dilaksanakan di sejumlah titik, seperti di Desa Pangulah Kecamatan Kota Baru, Desa Cintaasih, Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan dan Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Timur.

"Baznas memiliki perhatian yang tinggi pada peningkatan kualitas kehidupan petani, peternak, nelayan dan buruh-buruh perkebunan yang masuk dalam kategori mustahik. Zakat hadir untuk mensejahterakan mereka," kata Bambang.

Baca juga: Baznas optimalkan riset penerima zakat
Baca juga: Baznas luncurkan pembiayaan mikro di area bencana Sulteng
Baca juga: Baznas tingkatkan penghasilan penerima zakat hampir 100 persen

 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar