counter

Tinju

Miiler tersandung doping, Joshua tunggu lawan baru

Miiler tersandung doping, Joshua tunggu lawan baru

Suasana konferensi pers untuk pertarungan tinju kelas berat antara Anthony Joshua, dan Jarrell Miller di London Februari 2019 (Reuters/Andrew Couldridge)

Jakarta (ANTARA) -
Petinju Inggris pemegang sabuk juara dunia kelas berat versi WBA, IBF, WBO dan IBO Anthony Joshua masih menunggu nama calon lawan barunya untuk pertandingan pada 1 Juni mendatang setelah penantang sebelumnya Jarrell Miller dilarang tampil karena doping.

Promotor Eddie Hearn melalui Twitter, Jumat (Sabtu WIB) mengatakan bahwa lawan baru Joshua akan diumumkan pekan depan.

Komite Olahraga negara bagian New York baru-baru ini menolak izin pertarungan itu dengan mengatakan bahwa Miller pernah menggunakan obat terlarang.

Namun Miller membantah pernah melakukan doping untuk membantu penampilannya di ring.

"Setahu saya, saya tidak pernah menggunakan obat terlarang sekalipun, dan begitu saya mendengar beritu itu saya sangat kaget," kata Miller melalui aku Instagram, seperti langsir Reuters.

Baca juga: Miller sangkal sengaja menggunakan zat terlarang

Sebelumnya ESPN melaporkan bahwa Miller positif menggunkan unsur terlarang GW1516, yang dipakai untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan berat badan. ESPN menyebut tiga sumber yang familiar dengan kasus ini..

Dilaporkan juga bahwa Miller juga gagal dalam tes doping kedua untuk obat terlarang lainnya.

Reuters belum dapat mengkonfirmasi hasil tes itu, sementara Voluntary Anti-Doping Association, yang melakukan tes kedua, belum memberi komentar.

"Ingat, jangan percaya apa pun yang kita dengar dan lihat. Fakta akan menentukan dan sayalah yang benar," kata Miller.

"Tidak ada apa pun yang saya sembunyikan, an kebenaran akan berbicara sendiri," tambahnya.

Baca juga: Miller doping, perebutan gelar kelas berat dunia terancam batal

Baca juga: Joshua pertahankan sabuk juara kelas berat

 

Buka puasa bersama keluarga di rumah tahanan

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar