counter

ABL

Jamu Mono Vampire, CLS diminta lupakan catatan pertemuan musim reguler

Jamu Mono Vampire, CLS diminta lupakan catatan pertemuan musim reguler

Pelatih BTN CLS Knights Indonesia Brian Rowsom (tengah) didampingi Managing Partner CLS Christopher Tanuwidjaja (kiri) dan kapten tim Arif Hidayat (kanan) memberikan pernyataan dalam jumpa pers di Surabaya, Sabtu (20/4/2019), sehari jelang menjamu Mono Vampire Basketball dalam laga pertama semifinal ABL. (ANTARA/HO/BTN CLS Knights Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih BTN CLS Knights Indonesia Brian Rowsom meminta para pemainnya untuk melupakan catatan pertemuan musim reguler kontra Mono Vampire Basketball jelang menjamu tim Thailand tersebut di laga pertama semifinal ABL di GOR Kertajaya, Surabaya, pada Minggu (21/4).

Menurut Rowsom, hasil tiga kemenangan dan satu kekalahan (3-1) dalam catatan pertemuan kontra Mono Vampire di musim reguler sudah tak relevan. Terlebih, Mono Vampire berhasil menjungkalkan wakil China Taipei Formosa Dreamers yang berstatus pemuncak klasemen musim reguler lewat dua gim langsung demi menuju semifinal.

"Mereka semakin bagus dan kompak," kata Rowsom dalam jumpa pers pralaga sebagaimana dilansir keterangan resmi CLS yang diterima di Jakarta, Sabtu.

"Pertemuan musim reguler tidak menjadi acuan kami bisa dengan mudah mengalahkan mereka," ujarnya menambahkan.

Baca juga: CLS tak boleh remehkan Mono Vampire, kata sang pelatih

Rowsom mengaku sudah mengamati sang lawan lewat analisis rekaman pertandingan dan statistik yang menyertainya sebagai salah satu persiapan menghadapi Mono Vampire.

"Terutama untuk para pemain kunci mereka seperti Mike Singletary, Tyler Lamb, Malcolm White dan Frederick Lee Jones," katanya.

Para pemain CLS diminta untuk tetap mempertahankan kualitas pertahanan setara dengan saat mereka berhasil menundukkan Saigon Heat 68-56 dalam laga ketiga putaran pertama playoff dua pekan lalu, sembari melancarkan pola serangan mengandalkan fastbreak dan tripoin.

Sementara Mono Vampire melenggang ke semifinal hanya lewat dua gim, CLS membutuhkan tiga pertandingan untuk memastikan kelolosan mereka melalui dua kemenangan kandang.

Di semifinal, CLS juga kembali memiliki keuntungan dua laga kandang karena finis di urutan lebih tinggi klasemen dibandingkan Mono Vampire.

Selepas laga di Kertajaya, laga kedua akan dimainkan di Nonthanburi, Thailand, tiga hari kemudian. Jika belum ada tim yang membukukan dua kemenangan, pertandingan ketiga akan kembali digelar di Kertajaya pada 28 April.

Baik CLS maupun Mono Vampire sudah dinantikan oleh Singapore Slingers yang lolos ke final berkat kemenangan dua gim langsung atas Hong Kong Eastern.

Baca juga: Slingers ke final usai menang dua gim langsung atas Eastern

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar