counter

Diaspora Indonesia di Canberra gelar Pasar Senggol

Diaspora Indonesia di Canberra gelar Pasar Senggol

Pasar Senggol warnai Pesta Demokrasi di Canberra

London (ANTARA) - Diaspora Indonesia di Canberra, Australia, mengadakan acara Pasar Senggol ke-6 bertepatan dengan Pemilihan Umum yang berlangsung di Ibu kota Australia yang diadakan komunitas Tangan Di Atas (TDA Australia), forum entrepreneur Indonesia di Australia didukung KBRI di Canberra, Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) ANU dan UC, baru-baru ini.

Ketua panitia TDA Australia, Wien Hendriyanto, kepada Antara London, Sabtu mengatakan acara Pasar Sengol berlangsung meriah yang dihadiri Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu Kristiarto Legowo itu kuliner Indonesia terjual semuanya. Para peserta berharap dapat ikut di dalam kegiatan acara pasar senggol ini.

Dalam kegiatan ini, sejumlah entrepreneur Diaspora Indonesia menjual aneka produk termasuk pilihan kuliner nusantara dari Mie Aceh, Nasi Kapau, hingga Nasi Jinggo Bali. Acara ini juga diramaikan dengan pentas seni budaya seperti pertunjukan seni beladiri Perisai Diri Canberra, penampilan akustik oleh mahasiswa, seni tari Jaipong, dan permainan biola. Selain itu juga tersedia Pojok Anak.

Pasar Sengol juga dihadiri masyarakat setempat yang ingin mencicipi kuliner Indonesia dan melihat langsung seni budaya yang ditampilkan di acara tersebut.

Banjir pujian mengalir dari para pengunjung Pasar Senggol. Beberapa diantaranya masyarakat dari Indonesia. “Acara Pasar Senggol ini seru banget! Pemilu jadi menyenangkan, abis nyoblos bisa makan-makan sambil nonton pertunjukan dan dengerin live music” ujar Afifa.

Bahkan penduduk lokal non-Indonesia yang datang khusus untuk Pasar Senggol pun ikut antusias, “Saya tidak pernah melihat voting day seperti ini sebelumnya. Biasanya lebih serius, setelah milih langsung pulang. Tapi adanya Pasar Senggol ini terasa beda sekali, sangat menghibur. Saya bisa menikmati berbagai pertunjukan yang ditampilkan, dan tentu saja puas jajan aneka makanan Indonesia yang beragam. It’s very festive and Indonesian surely know how to have fun," ujar Amitesh.

“Ini betul-betul ide yang bagus untuk memeriahkan hari pemilu. Kelihatan sekali keakraban sebagai satu bangsa satu tanah air bercampur baur di satu tempat. Ini merupakan suatu pertemuan dengan teman-teman yang sudah lama tidak jumpa sambil menikmati beraneka macam makanan dari berbagai daerah. Luar biasa Pasar Senggol,” komentar Ibu Ike Supomo, salah satu warga Indonesia yang lama tinggal di Canberra.

Pasar senggol membawa semangat kebersamaan masyarakat Indonesia di tengah kegiatan pemilihan umum di Canberra, Australia.

"Hiburan yang di sajikan pun beragam, mulai dari tarian jaipong, lagu Dewa 19 sampai tarian maumere”, kata Anissa dan Kevin, kordinator marketing acara pasar senggol.

Kesuksesan acara Pasar Senggol tidak lepas dari peran peserta, baik non kuliner maupun kuliner, antara lain Adeastyle, Dapur Iti, Dapor Yosephine ft Rika, Dhapu Aceh, Warung Aimfact, Gloria Cake, Menu Ku, Warung Monash, Waroeng Cilik, Poetri Katering, PPIA, dan DWP KBRI Canberra.

Penutup acara Pasar Senggol, pengunjung bergoyang “Maumere” bersama, terlihat sekali suasana kebersamaan dalam pesta Demokrasi 2019. Acara serupa pernah diadakan TDA Australia pada Pemilihan Umum 2014, yang diberi nama “Ngabuburit Pilpres 2014” di KBRI Canberra.*


Baca juga: Reog Ponorogo pukau publik Canberra

Baca juga: KBRI Canberra gelar doa korban tsunami sekaligus rayakan Natal


 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mencetak SDM kompetitif melalui kolaborasi dengan Diaspora Indonesia

Komentar