counter

Dunia kutuk serangan bom mematikan di Sri Lanka

Dunia kutuk serangan bom mematikan di Sri Lanka

Petugas keamanan berjaga di sekitar lokasi ledakan bom gereja St. Anthony's Shrine di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Ratusan orang tewas dan terluka akibat ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah. ANTARA FOTO/REUTERS/Dinuka Liyanawatte/pras.

Ankara (ANTARA) - Masyarakat internasional telah bereaksi terhadap serangan bom pada Ahad di Sri Lanka, sehingga menewaskan 197 orang dan melukai ratusan orang lagi.

Serangan bom ditujukan ke delapan lokasi berbeda --termasuk gereja tempat umat Kristiani merayakan Paskah pada Ahad-- dan hotel bintang lima di Ibu Kota Komersial Sri Lanka, Kolombo.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, di dalam satu pernyataan tertulis, mengutuk serangan itu dengan "sekeras-kerasnya".

"Ini adalah serangan terhadap semua manusia. Atas nama rakyat Turki, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan rakyat #SriLanka, dan mendoakan mereka yang cedera semoga cepat sembuh," kata Erdogan, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan dalam satu cuitan di Twitter, "(Saya) dengan keras mengutuk serangan teroris mengerikan di Sri Lanka saat Paskah, Ahad, sehingga menghilangkan nyawa yang berharga dan melukai ratusan orang. Belasungkawa terdalam saya buat saudara rakyat Sri Lanka. Pakistan menyampaikan solidaritas penuh buat Sri Lanka pada saat kesedihan ini."

Perdana Menteri India Narendra Modi juga mengecam ledakan mematikan tersebut. Ia mengatakan, "Tak ada tempat buat kekejaman semacam ini di wilayah kita. India menyampaikan solidaritas buat rakyat Sri Lanka. Hati saya bersama keluarga yang berduka dan mendoakan mereka yang cedera."

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani juga mengutuk serangan itu dan mengatakan, "Menyerang gereja dan hotel serta membidik orang yang sedang beribadah mengerikan, dan Afghanistan dengan keras mengutuk perbuatan keji ini. Harapan dan doa kami buat korban dan keluarga mereka, dan solidaritas kami sampaikan buat Sri Lanka pada hari kelam ini."

Di dalam satu pernyataan di Twitter, Juru Bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert, mengatakan mereka "sangat terkejut oleh berita bahwa umat Kristiani di Sri Lanka diserang dan tewas selama kegiatan Paskah".

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Therea May mengatakan serangan di Sri Lanka "benar-benar mengerikan".

"Simpati terdalam saya buat mereka yang menjadi korban pada saat tragis ini," kata wanita perdana menteri tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin, di dalam satu pernyataan, menyampaikan "belasungkawanya yang paling dalam sehubungan dengan akibat tragis dari serangkaian serangan teror" di Sri Lanka, kata kantor berita negara Rusia, Tass.

Putin, yang menggarisbawahi bahwa Moskow tetap menjadi mitra yang dapat dipercaya buat Sri Lanka dalam perangnya melawan terorisme internasional, mengatakan, "Saya berharap para pelaku dan otak aksi kejam ini, yang dilakukan pada puncak perayaan Paskah, akan mendapat hukuman yang setimpal."

Presiden AS Donald Trump, di dalam satu cuitan, mengatakan, "AS menyampaikan belasungkawa sepenuh hati buat bangsa besar Sri Lanka. Kami siap membantu."

Baca juga: Indonesia kecam keras pengeboman di Sri Lanka

Sumber: Anadolu Agency

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar