counter

Srikandi Cup

Merpati ogah dianggap juara cuma karena Fever absen

Merpati ogah dianggap juara cuma karena Fever absen

Para pemain tim Merpati Bali merayakan kemenangan atas Tenago Fresian Jakarta 70-48 di GOR Grogol, Jakarta Jumat (15/2/2019). Antara/HO/Srikandicup.com

Jakarta (ANTARA) - Merpati Bali bertekad merengkuh gelar juara Srikandi Cup 2018-2019, namun sang kapten Helena Tumbelaka enggan dianggap hal itu terjadi hanya karena Surabaya Fever absen dari kompetisi musim ini.

"Kami tidak mau disebut tim juara cuma karena Fever absen, tapi Merpati ingin juara karena kami memang pantas disebut tim juara," kata Helena dalam jumpa pers jelang playoff di Yogyakarta sebagaimana dilansir keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Oleh karena itu, Helena mengutarakan tekad timnya bisa membuktikan hal tersebut ketika mengikuti fase playoff yang bertajuk UII-Playoffs Srikandi Cup 2019 itu di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Sleman, DI Yogyakarta, mulai Senin (22/4) besok.

Baca juga: Srikandi Cup rilis jadwal playoff, dibuka GMC kontra Tenaga Baru

Ia mengakui fase playoff akan berbeda dibandingkan musim reguler, di mana timnya berhasil membukukan 11 kemenangan dan cuma sekali kalah.

"Sudah pasti playoff berbeda. Kemarin kami banyak latihan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang masih terlihat di Seri III," kata Helena.

"Yang pasti playoff ini Merpati Bali akan tampil lebih baik," pungkasnya.

Di fase playoff, Merpati berada di Pool A bersama Sahabat Semarang dan Flying Wheel Makassar.

Sementara Pool B berisikan Tanago Friesian Jakarta, Tenaga Baru Pontianak, Scorpio Jakarta dan GMC Cirebon.

Merpati akan langsung main di hari pertama playoff menghadapi Flying Wheel pada gim ketiga, Senin (22/4).

Baca juga: Hasil dan klasemen selepas Seri III berakhir, Merpati berjaya

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar