counter

Kartini di era digital

Kartini di era digital

RA Kartini. (Istimewa)

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Dewasa ini banyak kaum ibu-ibu rumah tangga yang memanfaatkan perkembangan era digital untuk meraup pundi-pundi rupiah.

Pekerjaan itu pun tergolong mudah, hanya berbekal smartphone dan duduk manis di rumah, seketika duit pun datang.

Pekerjaan-pekerjaan utama dalam berumah tangga seperti memasak, mengemas rumah, bahkan mengasuh anak dan suami pun dipastikan tidak bakal terganggu.

Seperti yang dilakukan oleh Asmira (25), ibu muda asal Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang, Kepri, ini sudah dua tahun terakhir menggeluti usaha jualan online, terutama menjual pakaian.

Pembelinya beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Menurut Asmira, Minggu pekerjaan ini pun jauh dari kata repot. Pemesan jualannya dilayani melalui whatsapp atau inbox facebook, ada juga yang langsung memesan ke rumah.

Barang yang dipesan kemudian diteruskan ke yang empunya barang. Umumnya berada di wilayah Jakarta dan Pulau Jawa.

"Biasanya tiga hari sudah sampai ke rumah melalui JNA. Lalu pemesan bisa mengambilnya di rumah saya," kata ibu satu anak ini.

Dari hasil jualan itu, kata Asmira, keuntungannya cukup lumayan sekaligus bisa membantu kebutuhan keluarga.

Suami Asmira merupakan karyawan di salah satu perusahaan swasta.

"Alhamdulillah, bisa jualan sambil jaga anak di rumah" katanya.

Tidak hanya berjualan via daring (online), wanita akrab disapa Mira ini juga tercatat sebagai seorang agen Lakupandai yang merupakan perpanjangan tangan salah satu bank di Tanjungpinang.

Bermodal ATM mini dari pihak bank, tugas sehari-hari Mira ialah melayani berbagai transaksi keuangan warga setempat di kediamannya.

Hal ini tentu sangat membantu masyarakat sekitar, sebab mereka tidak perlu lagi ke bertransaksi ke kantor pusat di Tanjungpinang. Karena harus menyeberang laut dengan durasi sekitar lima menit, atau menempuh perjalanan darat sekitar 30 menit.

"Dari tiap-tiap transaksi saya dapat honor 10 ribu. Dalam sebulan bisa menghasilkan Rp3.000.000 sampai Rp4.000.000," tuturnya.

Sempena Hari Kartini 21 April 2019 ini, Mira mengajak seluruh kaum wanita di Indonesia agar melek dengan kemajuan teknologi.

Sebab, teknologi bisa menciptakan peluang usaha dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, entah bagi yang belum maupun sudah menikah.*


Baca juga: Aktivis perempuan: Teladani perjuangan Kartini

Baca juga: Literasi bekal Kartini zaman now


 

Pewarta: Ogen
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar