counter

Polisi Inggris tangkap hampir 1.000 orang dalam protes perubahan iklim

Polisi Inggris tangkap hampir 1.000 orang dalam protes perubahan iklim

Aktivis perubahan iklim berdemonstrasi saat aksi protes Extinction Rebellion, di Stasiun DLR Canary Wharf di London, Inggris, Rabu (17/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Henry Nicholls/djo/wsj./wsj

London (ANTARA) - Sudah hampir 1.000 orang ditangkap di London, Inggris, sejak protes para pecinta lingkungan hidup dimulai satu pekan lalu, kata polisi Inggris pada Ahad (21/4).

"Sebanyak 40 orang telah didakwa" sehubungan dengan protes yang berlangsung dan diselenggarakan oleh kelompok pecinta lingkungan hidup Extinction Rebellion, kata satu pernyataan kepolisian, yang memperbarui jumlah orang yang ditangkap jadi 963.

Pemrotes menuntut pemerintah segera mengambil tindakan guna menanggulangi perubahan iklim dan krisis ekologi.

Mereka telah menghalangi sebagian jalan utama dan sibuk, yang meliputi Waterloo Bridge, Oxford Street dan Parliament Square.

Polisi pada Ahad mengatakan semua lokasi itu, kecuali Waterloo Bridge, telah dibuka bagi lalu lintas umum.

Pemrotes menuntut pemerintah mengakui bahwa ada krisis lingkungan hidup, memberlakukan kebijakan yang secara hukum mengikat guna mengurangi buangan karbon sampai 2025 dan membentuk majelis rakyat "untuk mengawasi perubahan" yang diperlukan guna mencapai sasaran tersebut.

Kelompok itu telah berikrar akan meningkatkan suara protes mereka dan mereka akan terus berdemonstrasi di jalan  "selama diperlukan".

Kepolisian London mengeluarkan instruksi soal ketertiban masyarakat yang harus dipatuhi mulai Senin malam. Berdasarkan perintah tersebut, pemrotes mesti meninggalkan lokasi ketika mereka diminta melakukannya.

Pemrotes tidak melawan penangkapan tersebut dan kebanyakan dari mereka dibebaskan setelah beberapa jam sesudah memberi pernyataan di kantor polisi.

Sumber: Anadolu Agency

Baca juga: Kepolisian Inggris tangkap 113 aktivis lingkungan
Baca juga: Polisi tangkap lebih 200 pemrotes di London

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar