counter

Pemkot Mataram data sekolah belum dapat bantuan gempa

Pemkot Mataram data sekolah belum dapat bantuan gempa

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito. (Foto: ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mendata sekolah-sekolah yang terdampak gempa bumi tapi belum mendapatkan bantuan perbaikan, terutama sekolah yang mengalami rusak ringan.

"Dinas Pendidikan sudah saya minta agar menghimpun data sekolah-sekolah yang terdampak dan belum mendapatkan dana bantuan gempa bumi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Senin.

Pernyataan itu disampaikan seusai melakukan pemantauan kegiatan ujian nasional tingkat sekolah dasar (SD) di SDN 9 Mataram, yang ternyata sekolah tersebut belum mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah.

Dalam agenda pemantauan proses pelaksanaan UN tersebut, selain memastikan pelaksanaan UN berjalan lancar, pihaknya juga melihat langsung kondisi fisik gedung sekolah yang ternyata belum mendapatkan bantuan.

Dikatakannya, dengan ditemukannya sekolah yang belum mendapatkan bantuan gempa bumi itu menjadi salah satu indikasi bahwa kemungkinan masih ada sekolah-sekolah yang mengalami rusak ringan dan perlu mendapat sentuhan perbaikan.

"Untuk itulah sekolah-sekolah yang belum mendapatkan bantuan akan kita himpun kebutuhannya dan coba intervensi melalui APBD," katanya.

Sekda mengatakan, intervensi perbaikan gedung sekolah dampak dari gempa bumi sangat penting, agar tidak mengganggu psikologis siswa saat proses belajar mengajar.

"Kerusakan gedung di SDN 9 memang pada tembok-temboknya yang retak dan tidak sampai pada struktur inti. Tapi, itu pun harus tetap diperbaiki agar anak-anak tidak trauma terhadap bencana gempa bumi," katanya.

Menyinggung tentang hasil pantuan UN di SDN 9 Mataram, Sekda, menyebutkan, proses pelaksanan UN dengan sistem kertas pensil berjalan lancar.

Kegiatan ujian yang diikuti sebanyak 49 siswa terbagi pada tiga kelas dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, sukses dilaksanakan. "Harapannya, kondisi ini bisa tetap terus dijaga hingga UN berakhir," ujarnya.

Menurut informasi, katanya, SDN 9 Mataram ini menjadi salah satu SD dengan siswa memiliki nilai tertinggi saat proses pelaksanaan uji coba (try out), karena itu diharapkan hal itu bisa dapat dipertahankan.

Data Dinas Pendidikan Kota Mataram menyebutkan, jumlah peserta UN tingkat SD/MI sebanyak 8.170 orang.*



 

Pewarta: Nirkomala
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sekolah alam bagi anak-anak korban bencana

Komentar