counter

Koalisi bisnis AS desak Washington hapus tarif yang baru diberlakukan

Koalisi bisnis AS desak Washington hapus tarif yang baru diberlakukan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Istimewa)

Kesepakatan yang gagal mencabut tarif-tarif akan merupakan ingkar janji bagi orang-orang Amerika yang bekerja keras ini
Washington (ANTARA) - Koalisi organisasi bisnis pada Senin (22/4/2019) meminta Gedung Putih untuk menghapus secara penuh dan segera tarif-taif jika kesepakatan dicapai antara dua kekuatan ekonomi utama dunia, karena tarif-tarif saat ini terus merugikan pekerja, petani, dan konsumen AS.

Koalisi bernama Amerika untuk Perdagangan Bebas (Americans for Free Trade) mengirim surat kepada Presiden AS Donald Trump, mengatakan bahwa Gedung Putih harus menjaga kata-katanya tentang kenaikan tarif-tarif jika kesepakatan perdagangan dapat diselesaikan dengan China.

"Mereka dijanjikan bahwa tarif-tarif hanyalah sarana untuk mencapai tujuan, dan bahwa semua kerusakan ini akan sepadan. Kesepakatan yang gagal mencabut tarif-tarif akan merupakan ingkar janji bagi orang-orang Amerika yang bekerja keras ini," tulis surat itu, seperti dikutip dari Xinhua.

Dengan 151 tanda tangan dari berbagai asosiasi bisnis di bidang pertanian, manufaktur, perkapalan, dan banyak industri lainnya, surat itu menekankan bahwa "kesepakatan apa pun harus sepenuhnya menghilangkan tarif-tarif."

"Karena koalisi kami telah menjelaskan sejak perang perdagangan dimulai, tarif-tarif adalah pajak yang dibayar oleh bisnis-bisnis dan konsumen Amerika," surat itu menyatakan, menambahkan bahwa Amerika telah membayar lebih dari 21 miliar dolar AS dalam bentuk pajak karena pengenaan tarif-tarif baru sampai saat ini.

Melihat gambaran yang lebih besar, surat itu mencatat bahwa kerusakan akibat tarif-tarif tidak terbatas pada peningkatan biaya dan pengeluaran.

"Pajak-pajak ini dan ketidakpastian yang mereka ciptakan telah mengakibatkan PHK, menunda investasi dan kenaikan harga di setiap sudut negara," kata surat itu.

Selain itu, asosiasi bisnis bahkan lebih khawatir tentang penyalahgunaan tarif-tarif di masa depan, menambahkan bahwa penilaian ekonomi penuh dari biaya tarif untuk bisnis dan konsumen Amerika harus dilakukan.

"Hanya melalui pandangan mendalam pada biaya tarif impor, tarif pembalasan, pasar yang hilang, rencana mitigasi kerugian perdagangan, investasi yang ditangguhkan, ketidakpastian bisnis dan faktor-faktor lain yang akan kita pahami dampak ekonomi negatif dari tarif sebagai taktik negosiasi," surat itu mencatat.

Dalam surat itu, asosiasi bisnis mengatakan mereka percaya bahwa "setiap perhitungan biaya yang sebenarnya" akan menyangkal efektivitas tarif-tarif sebagai alat negosiasi.

"Tarif-tarif, bagaimanapun, telah terbukti menjadi cara yang salah untuk mencapai tujuan ini," tulis surat itu. "Kerugian ekonomi yang kita prediksi telah terjadi ketika bisnis Amerika dan petani di seluruh negeri telah menderita konsekuensi dari serangan tarif-tarif."

Pada bagian terakhir dari surat itu, asosiasi bisnis memperingatkan bahwa menjaga atau memperpanjang penyalahgunaan tarif dapat membuat situasi semakin buruk.

"Itu hanya akan memburuk jika Pemerintah Anda memilih untuk mempertahankan atau menambahkan tarif hukuman terhadap China atau negara-negara lain di masa mendatang," surat itu memperingatkan.

American for Free Trade, sebuah koalisi dari 150 anggota asosiasi perdagangan yang melibatkan banyak industri, dibentuk pada September 2018 dengan tujuan untuk menentang tarif-tarif dan menyoroti manfaat perdagangan internasional terhadap ekonomi AS.

Baca juga: WTO: Redakan ketegangan perdagangan demi pertumbuhan ekonomi dunia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Batam berpotensi jadi pilihan investor merelokasi pabrik

Komentar