Jakarta (ANTARA) - Luke Walton, pelatih baru klub basket NBA Sacramento Kings menghadapi tuntutan hukum atas tuduhan pelecehan seksual terhadap Kelli Tennant, wartawati olahraga asal Los Angeles, demikian dilaporkan TMZ Sport, Senin (Selasa WIB).

Laporan awal menyatakan bahwa dugaan pelecehan terjadi saat Walton masih menjadi pelatih Los Angeles Lakers pada musim kompetisi 2016-2017, namun TMZ mengoreksi laporan dengan menyatakan bahwa insiden terjadi sebelum Walton melatih Lakers.

Sebagai respons, pihak klub Sacramento Kings mengeluarkan pernyataan yang berbunyi: "Kami menyadari adanya laporan itu dan sedang menggali informasi tambahan. Kami tidak punya komentar lebih lanjut saat ini."

Sementara Lakers juga mengeluarkan pernyataan: " Dugaan insiden terjadi sebelum Luke Walton bertugas sebagai pelatih kepala Los Angeles Lakers. Jika memang terjadi, kami tentu segera melakukan investigasi dan melaporkannya kepada NBA. Tapi karena Walton saat ini dikontrak klub lain, kami tidak punya komentar lebih jauh."

Menurut laporan dan dukumen yang diperoleh TMZ Sports, Tennant mengaku mengenal Walton dan sudah bertemu beberapa kali di hotel di Santa Monica pada Mei 2017 untuk meminta Walton agar bersedia menulis kata pengantar untuk buku yang sedang ia tulis.

Tennant menyatakan bahwa Walton membujuknya agar mau datang ke kamar hotelnya dan kemudian melakukan perbuatan tidak senonoh.

Setelah peristiwa itu, Tennant mengklaim bahwa Walton terus melecehkannya secara verbal dan fisik. Menurut laporan theblast.com, Tennat mengajukan tuntutan sebagai ganti rugi dengan jumlah yang tidak diungkapkan.

Walton kemudian hengkang dari Lakers pada 12 April lalu dengan mencatat rekor menang-kalah 98-148 selama tiga musim, tanpa pernah lolos ke babak playoff dan kemudian segera bergabung dengan Sacramento Kings.

Baca juga: Kings pecundangi Knicks 102-94 di Madison Square Garden

Baca juga: Mantan pelatih Lakers merapat ke Sacramento Kings

Baca juga: Pelatih LA Lakers akhirnya mundur

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2019