counter

BI awasi dampak tingginya harga tiket pesawat ke inflasi

BI awasi dampak tingginya harga tiket pesawat ke inflasi

Gubernur BI Perry Warjiyo.(kedua dari kanan) dalam jumpa pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta, Selasa. (Indra Arief Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia mengaku akan menyiapkan langkah antisipasi untuk membendung dampak dari masih tingginya harga tiket pesawat kepada inflasi terutama menjelang momentum konsumsi tinggi pada Ramadan dan Lebaran.

"Secara musiman, memang jelang Ramadan, dan Idul Fitri, harga-harga tiket naik, nanti akan dibahas langkah-langkah antisipasinya," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo selaku anggota KSSK dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa malam.

Perry menjamin kepada masyarakat, koordinasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan semakin erat untuk menjaga laju inflasi agar tetap terkendali.

Komponen tiket pesawat merupakan bagian dari kelompok tarif harga yang diatur pemerintah (administered prices). Kenaikan harga tiket pesawat khususnya rute domestik sudah terjadi sejak awal Januari 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, peningkatan harga tiket pesawat telah menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen pada inflasi Maret 2019.

Sebagai perbandingan, andil inflasi angkutan udara pada Desember 2018 tercatat 0,19 persen, Januari 2019 tercatat 0,02 persen, Februari dan Maret 2019 masing-masing tercatat 0,03 persen.

Perry mengatakan di luar komponen tarif tiket pesawat, dampak terhadap inflasi dari pergerakan harga-harga barang konsumsi lainnya masih terjaga.

Utamanya, lanjutnya, inflasi dari pergerakan harga komoditas pangan masih terjaga.

"Sehingga, kami masih meyakini akhir tahun ini inflasi akan di bawah 3,5 persen," ujar dia.

Dalam kesempatan ini, Perry mengimbau agar masyarakat membeli tiket angkutan mudik sejak jauh hari. Terlepas dari masalah tiket angkutan udara, Perry menegaskan pengendalian inflasi sejauh ini cukup baik

Pada pekan ketiga, Survei Pemantauan Harga (SPH) dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan inflasi bulan April mencapai 0,31 persen secara bulanan dan laju inflasi tahunannya sebesar 2,7 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan Presiden dalam sidang kabinet paripurna telah menginstruksikan jajaran kabinet untuk memastikan ketersediaan harga pangan dan kelancaran transportasi.

"Sehingga ini akan menimbulkan suasana yang positif sehingga harga-harga terkendali dan stabilitas tetap terjaga," ujarnya.


Baca juga: BI perkirakan peningkatan inflasi April dipicu harga bawang dan buah
Baca juga: Tiga langkah strategis pemerintah-BI jaga inflasi

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar