counter

BPN tanggapi ajakan rekonsiliasi pasca-Pilpres

BPN tanggapi ajakan rekonsiliasi pasca-Pilpres

Contoh lima surat suara untuk Pemilu serentak 17 April 2019.(reprensi pihak ketiga) (/)

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dian Islamiati Fatwa menanggapi pernyataan beberapa pihak yang menginginkan adanya rekonsiliasi antara capres 01 Joko Widodo dengan capres 02 Prabowo Subianto.

Dia mengatakan, Pemilu bukan sebuah perang sehingga tidak perlu ada agenda rekonsiliasi antara pihaknya dengan siapapun.

"Apanya yang direkonsiliasikan? Kita kan sedang tidak perang, hanya berkompetisi yaitu Pemilu saja," kata Dian dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, Prabowo dan Sandiaga saat ini bersama tim BPN sedang sibuk menginventarisir C1 Plano yang dikumpulkan para relawan dari seluruh pelosok negeri.

Menurut dia, bagi Prabowo-Sandi, Pemilu bukan persoalan kalah dan menang namun bagaimana rakyat dapat merasakan keadilan.

"Bagi Prabowo-Sandi, Pemilu bukan hanya persoalan kalah dan menang, tapi bagaimana rakyat merasakan keadilan ketika rakyat tidak punya tempat mengadu," ujarnya.

Selain itu Dian mengaku optimis menatap Indonesia karena melihat antusiasme masyarakat ikut berpartisipasi dalam Pemilu.

Menurut dia, rakyat menginginkan ada perubahan untuk negeri ini untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

"Dengan tujuan sama yakni masyarakat yang adil dan makmur, yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa kita," katanya.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yusril: saksi TKN bantah tuduhan pengarahan berbuat curang

Komentar