counter

Penyelenggara Inacraft siapkan pelaksanaan pameran secara daring

Penyelenggara Inacraft siapkan pelaksanaan pameran secara daring

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Gusmardi Bustami memberi sambutan saat pembukaan Inacraft 2019 di Jakarta Convention Center, Rabu (24/4/2019). ANTARA/Agus Salim/aa

"Pada Inacraft Ke-21 tahun 2019 ini difokuskan pada perajin baru namun belum banyak dikenal masyarakat dan punya potensi pasar yang besar," katanya.
Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara Pameran Dagang Kerajinan Internasional (Inacraft) menyiapkan pelaksanaan pameran secara dalam jaringan (daring) sehingga penjual maupun pembeli dapat bertransaksi setiap saat.

"Asephi sedang dalam persiapan pelaksanaan inacraft online," kata Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Gusmardi Bustami pada pembukaan Inacraft 2019 di Jakarta Convention Center, Rabu.

Ia menyebutkan bahwa dengan penyelenggaraan pameran secara daring, semua perajin dapat bergabung setiap saat untuk menembus pasar terutama pasar ekspor.

Gusmardi menyebutkan Inacraft merupakan agenda terjadwal yang yang ditunggu-tunggu para perajin di Tanah Air.

"Pada Inacraft Ke-21 tahun 2019 ini difokuskan pada perajin baru namun belum banyak dikenal masyarakat dan punya potensi pasar yang besar," katanya.

Gusmardi Bustami memaparkan penyelenggaraan Inacraft sudah dimulai sejak 1999, dan saat ini adalah penyelenggaraan yang ke-21 kali.

Ia menuturkan Inacraft ke-21 mengangkat kesenian dan kebudayaan serta produk kerajinan unggulan dari Betawi dengan Pemprov DKI Jakarta sebagai ikon pameran.

Peserta dari pameran yang bertema sentral "From Smart Village to Global Market" itu kurang lebih sebanyak 1.700 peserta, yang terdiri 26 persen dari dinas-dinas daerah, sembilan persen dari kementerian/BUMN, dan sisanya 66 persen adalah dari peserta individu atau perseorangan.

Keistimewaan lainnya adalah dalam pelaksanaan Inacraft 2019 kali ini adalah untuk pertama kali hadir Paviliun Luar Negeri yaitu dari Maroko.

Maroko yang hadir sebagai Negara Kehormatan Inacraft 2019 itu didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kerajinan, dan Sosial-Ekonomi dari Negeri Maghribi itu.

Produk kerajinan dan keragaman budaya dari Maroko itu akan menempati sekitar 216 meter persegi di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), 24-28 April 2018.

Pada tahun 2019 ini pula selain Maroko, ada juga sejumlah negara sahabat yang akan ikut menyemarakkan pameran dengan menampilkan produk kerajinan mereka seperti Jepang, Polandia, Pakistan dan Hongkong.

Pameran kerajinan nasional berskala internasional itu akan dihadiri oleh 1.000 buyer dari sekitar 60 negara.

Sementara untuk Inacraft 2020, Gusmardi menyebutkan sebagai ikon sudah ditetapkan yaitu Provinsi Aceh.

Sementara itu Menperin Airlangga Hartarto mengatakan upaya meningkatkan ekspor dari kelompok industri kecil dan menengah adalah pendampingan dan akses pendanaan.

"Kebijakan yang akan ditempuh antara lain adalah perkuatan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia," kata Airlangga.

Baca juga: Presiden buka Pameran Dagang Kerajinan Internasional 2019

Pewarta: Agus Salim
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belajar membuat perhiasan di Inacraft

Komentar