counter

Tiga selamat dari air yang membekukan dalam kecelakaan helikopter

Tiga selamat dari air yang membekukan dalam kecelakaan helikopter

Peti kemas dari kapal pengangkut berbendara Liberia-Rena mengapug di laut di 12 mil laut Taurangan, pesisir timur Pulau Utara Selandia Baru, Rabu (12/10), seminggu setelah menabrak karang Astrolabe. Sang kapten telah tiba di Pengadilan Wilayah Taurangan dan ditahan dengan jaminan dan sekitar 70 peti kemas jatuh dari atas kapal sejak semalam, menurut keterangan Dinas Kelautan Selandia Baru. (FOTO ANTARA/REUTERS/Blair Hark)

Wellington (ANTARA) - Tiga orang secara menakjubkan selamat setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh ke perairan sub- Antartika, di ujung selatan Selandia Baru yang dingin membekukan, dengan berenang pada malam hari dan berkemah di pulau selama beberapa jam hingga diselamatkan.

Pilot helikopter Andrew Hefford, seorang petugas paramedis John Lambeth dan petugas derek Lester Stevens menjalani pemulihan di sebuah rumah sakit setelah mereka ditemukan pada Selasa di sebuah pulau yang berjarak sekitar 450 km di sebelah selatan dari Selandia Baru, menurut pernyataan dari Pusat Koordinasi Penyelamatan.

Helikopter tersebut menghilang pada Senin di sekitar Kepulauan Auckland dalam perjalanan untuk menyelamatkan kapal penangkap ikan. Pusat Koordinasi Penyelamatan segera melakukan operasi pencarian setelah mendapat kabar pesawat tersebut hilang, namun harapannya tipis untuk menemukan penyintas karena perairan es yang dingin dan cuaca yang memburuk di samudera selatan.

Lima kapal nelayan dikerahkan sepanjang malam untuk mencari daerah sekitar, kata pusat penyelamatan.

Salah seorang penyintas, Stevens, mengatakan melalui media jejaring dalam Stuff bahwa dia sempat pingsan ketika helikopter jatuh ke air. Dia mengingat kembali berenang dengan punggung dan menendang serta mengingat Lambeth dan Hefford menyeretnya keluar dari air. Setelah mendarat mereka membangun gubuk dan menanti untuk diselamatkan.

Ketiganya harus berenang sekitar 20 menit untuk mencapai pantai, tulis Bew Zealand Herald.

"Ya, kami hanya melakukan apa yang kami lakukan dan selamat," kata Stevens kepada Stuff.

Satu kapal nelayan menemukan sekeping pintu helikopter pada hari berikutnya dan kemudian melihat tiga pria berjalan di pantai, kata Pusat Koorinasi Penyelamatan.

"Kami gembira luar biasa," kata Sean Mullally, salah seorang pilot dalam misi penyelamatan itu kepada radio New Zealand.

"Sungguh tidak dapat percaya bisa melihat mereka masih hidup. Ini adalah saat-saat yang luar biasa."

Mullally mengatakan, ketiganya mudah dilihat di pulau karena mereka mengenakan jaket warna jingga yang besar.

Manajer jaga Pusat Penyelamatan Kevin Banaghan mengatakan dalam suatu pernyataan bahwa awak helikopter sudah dilatih menghadapi keadaan darurat dan mereka memakai baju ant-dingin untuk tercelup ke air.
Baju jenis itu dapat menjaga pemakainya tahan di dalam air dengan suhu di bawah minus 30 derajat Celsius.

Pemilik helikopter yang jatuh, perusahaan Southern Lake Helicopters mengatakan suatu penyelidikan diperlukan untuk menemukan mengapa suar pencari darurat pesawat tersebut tidak berfungsi, Radio New Zealand mengabarkan.

Pimpinan perusahaan tersebut dan juga kepala pilot, Richard Hayes mengatakan, menemukan ketiga orang itu dalam keadaan hidup merupakan peristiwa terpenting sepanjang karirnya.

"Kami mencapai hasil akhr yang terbaik, bisa Anda bayangkan," ujarnya kepada Radio New Zealand.

Baca juga: Dua tewas dalam kecelakaan helikopter di Selandia Baru

Sumber: Reuters

Penerjemah: Maria Dian A
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Helikopter komersil pengangkut 3 WNA terjatuh di Lombok

Komentar