counter

Brigade Kupang Sehat jangkau 2.000 pasien layanan darurat

Brigade Kupang Sehat jangkau 2.000 pasien layanan darurat

Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefrison Riwu Kore. (FOTO ANTARA/ Benny Jahang)

Program ini juga sangat membantu masyarakat tidak mampu dalam mendapatkan akses layanan kesehatan yang bersifat darurat
Kupang (ANTARA) - Wali Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jefrison Riwu Kore mengatakan, program layanan kesehatan melalui Brigade Kupang Sehat (BKS) telah memberikan layanan kesehatan yang bersifat darurat terhadap sebanyak 2.000 pasien.

Dalam sambutannya pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT), Kota Kupang ke-23 yang berlangsung di Kantor Wali Kota Kupang, Kamis, ia mengatakan pelayanan BKS merupakan model "jemput bola" untuk pelayanan medis bagi masyarakat Kota Kupang yang sifatnya darurat dan cepat.

"Program layanan kesehatan melalui program BKS sangat efektif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan emergensi, karena petugas kesehatan langsung datang ke rumah warga yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan sebelum melakukan proses evakuasi ke rumah sakit," katanya.

Dia mengatakan, pelayanan BKS berlangsung selama 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan darutan secara gratis bagi warga Kota Kupang.

"Program ini juga sangat membantu masyarakat tidak mampu dalam mendapatkan akses layanan kesehatan yang bersifat darurat," katanya.

Ia mengatakan, berbagai program layanan kesehatan dilakukan pemerintah di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar lebih memadai.

Pemerintah Kota Kupang telah memiliki 11 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) reformasi dengan status terakreditasi sehingga kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat menjadi lebih berkualitas, demikian Jefrison Riwu Kore.

Baca juga: Kota Kupang tambah layanan periksa kesehatan Lansia

Baca juga: Dinas Kesehatan Kupang awasi sajian tajil Ramadhan

Menuju Jakarta, 26 orang asal NTT diamankan di Banyuwangi

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar