counter

Menperin dorong industri kaca farmasi tambah kapasitas

Menperin dorong industri kaca farmasi tambah kapasitas

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Presiden Direktur PT Schott Igar Glass Abelardo Riveron meninjau proses produksi kaca untuk alat-alat farmasi dan kesehatan seusai Peresmian Pengoperasian Mesin AK 2000 (Top Line Production) PT Schott Igar Glass di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (24/4/2019). (Dokumentasi Kementerian Perindustrian)

jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa yang membutuhkan produk farmasi berupa vaksin, obat dan lainnya, mendorong pula kebutuhan pasar domestik...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong industri kaca alat-alat farmasi dan kesehatan untuk menambah kapasitas dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, menjadi substitusi impor, serta berdaya saing di kancah internasional.

"Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan mengamanatkan bahwa untuk mendukung percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan, antara lain dengan meningkatkan daya saing industri di dalam negeri dan ekspor," kata Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menperin mengemukakan hal tersebut dalam acara Peresmian Pengoperasian Mesin AK 2000 (Top Line Production) PT Schott Igar Glass di Cikarang, Jawa Barat, 24 April 2019.

Ia mengatakan peluang pengembangan industri kaca alat-alat farmasi dan kesehatan masih sangat terbuka, termasuk untuk memperbesar pasar dalam negeri.

Hal tersebut, lanjutnya, ditopang dengan tumbuhnya industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional sebesar 4,46 persen pada tahun 2018.

"Bahkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa yang membutuhkan produk farmasi berupa vaksin, obat dan lainnya, mendorong pula kebutuhan pasar domestik,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, konsumsi produk ampul di dalam negeri sebesar 700 juta pcs per tahun dan produk vial sebesar 500 juta pcs per tahun dengan pertumbuhan kebutuhan per tahun sebesar 3 persen.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Schott Igar Glass atas upaya penambahan top line production sebanyak dua mesin AK 2000. Mesin yang mengadopsi teknologi industri 4,0 ini untuk meningkatkan kapasitas terpasang produk vial dari 540 juta pcs per tahun menjadi 576 juta pcs per tahun atau tambah sebesar 36 juta pcs per tahun. Sedangkan, kapasitas produksi terpasang untuk ampul sebesar 775 juta pcs per tahun.

Baca juga: Menperin sambut peningkatan produksi alat farmasi kaca

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saleh Husin: Wiranto sempat dioperasi

Komentar