counter

Metropolitan

Putri Indonesia prihatin dengan peredaran narkoba di Tanah Air

Putri Indonesia prihatin dengan peredaran narkoba di Tanah Air

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi (kedua kiri) bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (ketiga kiri), Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz (kedua kedua) dan Putri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull (kiri) menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu saat gelar perkara kasus Narkotika jaringan Internasional di Polres Jakarta Barat, Kamis (25/4/2019). Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 120 kilogram serta mengamankan tiga tersangka berinisial JP alias LO, HT alias TN dan MS alias KK. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta (ANTARA) - Putri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull menyatakan prihatin dengan semakin maraknya peredaran narkoba di Indonesia.

Frederika yang hadir dalam konferensi pers pengungkapan 120 kilogram sabu-sabu oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menyebutkan narkoba sebagai perusak generasi muda.

“Kenapa saya bisa hadir hari ini di acara konferensi pers narkoba? Karena kemarin saya memang melihat kasus ini di media. Saya tertarik untuk datang ke sini karena saya melihat kasus ini sangat sedih," tutur Frederika di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis.

Frederika yang juga mengemban amanat sebagai duta anti narkoba menyebutkan narkoba sebagai racun generasi muda dan mengajak seluruh generasi penerus bangsa untuk menjauhi narkoba.

"Karena kita penerus bangsa Indonesia, kita harus say no to narkoba. Karena narkoba bisa menghancurkan masa depan untuk Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga meminta generasi muda untuk memahami efek negatif narkoba. "Kita harus tetap kuat dan memiliki kepercayaan dan memiliki pendidikan tentang efek dari narkoba dan sisi negatif dari narkoba,” katanya.

Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat berhasil menggagalkan penyelundupan 120 kilogram sabu-sabu yang diangkut menggunakan truk ekspedisi via Tol Bakauheni, Lampung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono yang hadir dalam konferensi pers pengungkapan narkoba tersebut di Mapolres Metro Jakarta Barat mengatakan penyelundupan tersebut dilakukan oleh jaringan pengedar internasional.

"Ini jaringan dari Myanmar, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Barang ini dari Myanmar, kemudian lewat darat ke Thailand, lalu ke Malaysia, dan ke Indonesia menggunakan kapal lewat laut untuk membawa ini," kata Argo.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan pengungkapan ini adalah bagian dari strategi jajarannya untuk mengubah stigma Jakarta Barat sebagai surganya narkoba.

“Ini adalah bagian dari strategi kami dalam upaya pemberantasan narkoba dimana sebelumnya sudah ada stigma di Jakarta Barat ini surganya narkoba," ujar Hengki.
Baca juga: Polres Jakbar dalami dugaan narkoba terkait pembunuhan anggota ormas
Baca juga: Polrestro Jakbar gerebek pabrik rumahan ekstasi palsu

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres JK : Jakarta - Jawa Barat perlu sistem energi bertingkat

Komentar