counter

Sepak Bola Nasional

Djanur: Pemain jangan santai-santai saat pemusatan latihan di Bali

Djanur: Pemain jangan santai-santai saat pemusatan latihan di Bali

Foto kolase pemain Persebaya Surabaya Damian Lizio (kiri), Rachmat Irianto (tengah) dan Abdul Rohim (kanan) memakai kostum terbaru saat peluncuran kostum Persebaya pada ajang Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 di Surabaya, Rabu (24/4/2019). (Foto Moch Asim)

Surabaya (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nudjaman meminta pemainnya tidak terlalu santai saat pemusatan latihan di Bali pada 29 April hingga 4 Mei 2019.

"Di sana tidak main-main dan santai, tapi ada misi tertentu agar maksud dan tujuan tercapai sehingga tidak bebas seperti rekreasi," ujarnya kepada wartawan usai memimpin uji coba timnya melawan tim internal di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kamis.

Pemusatan latihan bagi tim berjuluk Bajul Ijo tersebut sempat menjadi persoalan mengingat ketatnya jadwal delapan besar Piala Indonesia dan Liga 1 musim kompetisi 2019, termasuk menentukan lokasi antara Yogyakarta dan Bali.

Namun, karena laga melawan Madura United di Piala Indonesia ditunda dan Liga 1 diundur sepekan (semula pembukaan 8 Mei diundur 15 Mei 2019), program tersebut akhirnya terlaksana.

Menurut Djanur, sapaan akrabnya, tidak ada alasan khusus mengapa pemusatan latihan jadi digelar di Bali, namun yang terpenting tujuan dan programnya terlaksana, yakni berlatih, beruji coba serta membangun tim.

"Latihan sama saja, tapi di sana kami akan memupuk kebersamaan agar semakin padu dan 'chemistry' antarpemain terwujud, sekaligus menumbuhkan rasa kekeluargaan," ucap mantan pelatih Persib Bandung tersebut.

Seluruh pemain, kata dia, akan mengikuti program selama pemusatan latihan, namun beberapa pemain asal tim junior yang setiap latihan turut berlatih tidak diikutsertakan.

Sementara itu, saat menjalani uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo sore tadi, "Green Force" menang telak dengan skor 10-1 atas klub internal Persebaya, Anak Bangsa.

Osvaldo Haay yang diplot sebagai striker sukses mencetak empat gol, kemudian Rendi Irwan dua gol dan empat gol lainnya masing-masing oleh Damian Lizio, Fandi Eko Utomo, Irfan Jaya serta Elisa Basna.

Kendati demikian, Djanur menyayangkan gawang Persebaya harus kebobolan yang dinilainya karena kehilangan konsentrasi saat keasyikan menyerang.

"Itu yang masuk dalam evaluasi dan akan diperbaiki. Pemain juga tidak boleh terlalu percaya diri dan lengah di pertahanan saat terus menyerang," kata pelatih asal Majalengka tersebut.

Baca juga: Persebaya akui mundurnya Liga 1 berdampak persiapan tim

Baca juga: Laga Piala Indonesia antara Persebaya lawan Madura United ditunda

 

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar