Daop Surabaya petakan 17 titik longsor angkutan Lebaran

Daop Surabaya petakan 17 titik longsor  angkutan Lebaran

KA khusus yang telah digunakan untuk inspeksi jalur di beberapa wilayah jelang masa angkutan Lebaran 2019 saat melintas di Stasiun Gubeng, Surabaya. (Ist)

Surabaya (ANTARA) - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memetakan 17 titik rawan yang berpotensi longsor dan banjir selama angkutan Lebaran 2019 di wilayah itu, dan telah menyiapkan strategi management risiko yang diberi nama "AMUS" atau Alat Material Untuk Siaga.

Executive Vice President, Daop 8 Surabaya Suryawan Putra Hia di Surabaya, Jumat mengatakan bagian dari strategis AMUS di antaranya penyediaan berbagai macam alat pemelihara jalur rel dan material seperti karung berisi pasir, batu kricak, potongan rel dan sebagainya, dan disiagakan di 4 titik strategis di antaranya di Bangil, Mojokerto, Wlingi dan Babat.

Untuk siaga, disiapkan petugas ekstra sebanyak 175 orang, di antaranya Tenaga Flying Gank, Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) tambahan, Penjaga Jalan Lintasan (PJL) tambahan, dan petugas posko daerah rawan di sepanjang lintas KA untuk mencegah terjadinya gangguan.

Rinciannya, di antaranya 37 orang Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra untuk melakukan pengecekan jalur kereta api, 119 orang Petugas Jalan Lintasan (PJL) dan 19 personel tambahan untuk menjaga daerah rawan seperti banjir longsor dan ambles.

Dari aspek keamanan, Suryawan mengatakan KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan petugas pengamanan tambahan yang bekerja sama dengan TNI-Polri.

"Dalam rangka angkutan Lebaran 2019, kami juga akan menambah 100 personil keamanan yang berasal dari TNI, Polri, dan unit K9 (anjing pelacak) yang ditempatkan di stasiun dan jalur KA wilayah Daop 8 Surabaya," katanya.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, untuk angkutan Lebaran 2019 telah menyiapkan 91 perjalanan KA, dengan rincian 83 KA regular dan 8 KA tambahan dan menyiapkan total sebanyak 1.019.274 tempat duduk, dengan perkiraan okupansi 793.500 penumpang.

"Angka okupansi itu mengalami peningkatan sebanyak 4 persen dari tahun lalu dengan volume sebanyak 762.085 penumpang," tuturnya.

Untuk masa puncak angkutan Lebaran, diprediksi terjadi pada Sabtu, 01 Juni 2019 atau H-4 lebaran (pra lebaran) dan pada tanggal 9 Juni 2019 atau H+3 lebaran (pasca lebaran).

"Melalui persiapan yang matang, kami harapkan moda transportasi KA selama masa angkutan Lebaran 2019 ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali," katanya.

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar