Laporan dari Bangladesh

Upaya peningkatan perdagangan Indonesia-Bangladesh berbuah manis

Upaya peningkatan perdagangan Indonesia-Bangladesh berbuah manis

Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina P Soemarno menyampaikan sambutan dalam Forum Bisnis dan Investasi Indonesia-Bangladesh di Dhaka, Jumat (26/04/2019). (ANTARA/Yashinta Difa)

Dhaka (ANTARA) - Upaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Bangladesh menunjukkan kemajuan positif, ujar Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina P Soemarno.

“Ini termasuk keinginan kedua negara untuk mengembangkan hubungan dagang yang saling menguntungkan dengan negosiasi pengurangan tarif,” kata Dubes Rina dalam Forum Bisnis dan Investasi Indonesia-Bangladesh di Dhaka, Jumat.

Pemerintah kedua negara pada Februari lalu telah merampungkan putaran pertama negosiasi preferential trade agreement (PTA), dan diharapkan kesepakatan tersebut dapat ditandatangani pada paruh pertama 2020.

Minat kuat untuk investasi dan usaha patungan (joint venture) di Bangladesh juga ditunjukkan dari berbagai sektor bisnis di Indonesia, termasuk energi, penerbangan, otomotif, logistik, hotel dan properti, transportasi, serta infrastruktur.

Salah satu kisah sukses yang menunjukkan hubungan bilateral ekonomi yang kuat dan saling melengkapi adalah kerja sama antara PT Industri Kereta Api (INKA) dan Kementerian Perkeretaapian Bangladesh, di mana PT INKA memasok 250 kereta api untuk Bangladesh yang pengiriman awalnya telah dilakukan awal tahun ini.

Februari lalu, Indonesia untuk pertama kalinya mengekspor 14 unit bus eksekutif produksi perusahaan karoseri CV Laksana ke Bangladesh dengan total nilai penjualan 808 ribu dolar AS.

Mengacu pada hal tersebut, KBRI Dhaka menyelenggarakan sebuah forum di sela-sela pameran Indonesia Fair 2019 yang lebih menekankan pada unsur investasi, yang dihadiri perwakilan dari Otoritas Pengembangan Investasi Bangladesh (BIDA), Otoritas Zona Ekonomi Bangladesh (BEZA), Kamar Dagang dan Industri Indonesia-Bangladesh (IBCCI), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Kementerian Luar Negeri RI, serta pelaku usaha kedua negara.

“Forum ini akan menjadi tempat yang ideal untuk membahas peluang bisnis dan investasi di Bangladesh, dan selanjutnya akan membawa sektor bisnis kita lebih dekat,” tutur Dubes Rina.

Di sisi lain, ia melanjutkan, ada peluang ekspor yang sangat besar dari Bangladesh ke Indonesia yang masih belum dieksplorasi mengingat neraca perdagangan kedua negara menunjukkan surplus lebih dari 90 persen bagi Indonesia.

“Saya harap forum hari ini akan membuka cakrawala bisnis baru antara kedua negara,” tutur Dubes Rina.

Total nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Bangladesh pada 2018 mencapai 1,97 miliar dolar AS, atau meningkat 48 persen sejak 2016.

Tren peningkatan nilai perdagangan kedua negara berlanjut tahun ini, dengan total nilai perdagangan selama Januari-Februari 2019 mencapai 410 juta dolar AS, atau meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 


Baca juga: Kereta api buatan INKA beroperasi di jalur antarkota Bangladesh

Baca juga: Produk Indonesia dipamerkan di Bangladesh


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jateng ekspor perdana 300 ton biskuit ke Bangladesh

Komentar