Ratusan pelaku ekonomi kreatif ikut "Bekraf Developer Day" di Mataram

Ratusan pelaku ekonomi kreatif ikut "Bekraf Developer Day" di Mataram

Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIK Bekraf Muhammad Neil El Himam (kiri) ketika menyampaikan keterangan persnya terkait acara "Bekraf Developer Day" di Mataram, NTB, Sabtu (27/4/2019). (ANTARA/Dhimas BP)

Mataram (ANTARA) - Sebanyak ratusan pelaku ekonomi kreatif di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengikuti "talkshow" dan "sharing session" Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang dikemas dalam sebuah acara "Bekraf Developer Day" di Hotel Aston Inn Mataram, Sabtu.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIK Bekraf, Muhammad Neil El Himam yang ditemui disela kegiatannya, mengatakan, Mataram adalah salah satu dari sepuluh daerah yang menjadi target pelaksanaan di tahun 2019.

"Mataram tempat ketiga yang kita gelar, sebelumnya yang pertama di Lampung dan kedua di Gorontalo, dan masih ada tujuh kota lagi yang akan kita gelar," kata Muhammad Neil.

Untuk pelaksanaan kegiatan di Kota Mataram, Muhammad Neil melihat antusias peserta sangat luar biasa. Panitia mencatat ada sebanyak 430 peserta yang hadir, lebih dari target.

"Dari target awal kita 300 peserta, tapi malah yang datang 430 orang, luar biasa sekali antusias rekan-rekan di Mataram. Sebagian besar dari mereka, banyak dari kalangan mahasiswa, ada juga staf karyawan," ujarnya.

Dijelaskannya bahwa "Bekraf Developer Day" digelar dengan tujuan pengembangan potensi dan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif dan untuk menciptakan ekosistem yang berkualitas bagi para "Start-Up" khususnya di subsektor aplikasi, game, dan juga untuk pengembangan web, IoT, dan BoT.

Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan dampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya terutama pada potensi lokal yang ada.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapat cerita dan juga berbagi pengalaman dengan developer sukses.

"Bagaimana menghadapi tantangan, kemudian apa yang menjadi target dan strategi membangun ekosistem digital serta kiat sebagai developer dalam menghadapi persaingan pasar digital, semua dirangkai dalam kegiatan," ucapnya.

Dengan mengusung tema Peluang dan Tantangan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, Bekraf memilih Kota Mataram sebagai salah satu lokasi pelaksanaannya di tahun 2019, dengan mengacu pada pertumbuhan ekonomi Mataram di sektor perekonomian yang masih bertumpu pada sektor pertanian dan pertambangan.

Karena itu, untuk mendukung pemerintah dalam pembangunan ekonomi masyarakat, terutama pada era revolusi Industri 4.0, Bekraf melalui Deputi Infrastruktur melihat perlunya dilakukan upaya pengembangan ekonomi kreatif digital secara berkesinambungan.

Dalam rangkaian kegiatannya, Bekraf menghadirkan para praktisi dan expert industri kreatif digital Indonesia, diantaranya M Nasrul Alawy, CEO Alphacsoft yang terpilih sebagai "keynote" pada "Bekraf Developer Day" Mataram 2019.

Kemudian Johannes Dumoli Tambunan, Software Engineer dari PT Samsung Electronic Indonesia, Gelar Pradipta Utama Head of Product KATA.AI, dan Stefanus Abdipranoto, Business Development Lead Gaming Specialist Tokopedia. Mereka yang akan mengisi sesi acara "Industry talkshow".

Selanjutnya ada sesi persentasi game oleh sejumlah pakar, diantaranya CEO dari Azgital Happiness, Rachmad Imron yang juga pencipta game "Dreadout". Kemudian Frida Dwi Iswantoro, Game Developer dari Noobzilla, Aflacha Imadida Rachmata, Game Developer dan Orlando Nandito, Founder Miracle Gates Entertainment.

Sementara itu sejumlah pakar akan mengisi sesi aplikasi diantaranya Sidiq Permana Chief Innovation Officer and Google Developer Expert for Android dari Nusantara Beta Studio, Hayi Nukman,dari Senior Software Engineer PT Bukalapak, Nur Rohman Head of Reviewer Dicoding Indonesia dan Nurendrantoro, CTO Wowbid.

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Bekraf dan Dicoding dengan dukungan Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Samsung Developer Warrior dan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia.

Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar