Yogyakarta (ANTARA) - Tenaga Baru Pontianak memastikan menduduki peringkat kelima Srikandi Cup musim 2018-2019 setelah menundukkan Scorpio Jakarta 64-42 pada pertandingan yang digelar di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII Yogyakarta, Sabtu.

Meski bukan partai utama, namun kedua tim tetap menampilkan permainan terbaik yang mereka miliki untuk merebut poin demi poin.

Pertandingan berjalan cukup berimbang pada dua kuarter awal. Poin yang diperoleh kedua tim pun saling bersaing dengan jarak yang sangat ketat.

Pada kuarter pertama Tenaga Baru Pontianak unggul dengan mengoleksi 16 poin, sedangkan Scorpio Jakarta hanya mampu mengoleksi 14 poin, selisih satu bola dari tim lawan.

Sengitnya persaingan kedua tim berlanjut pada kuarter kedua. Meski Scorpio unggul dalam perolehan poin di kuarter tersebut, namun Tenaga Baru Pontianak tetap unggul 30-29.

Tenaga Baru Pontianak sepertinya memperoleh momentum kemenangan pada kuarter ketiga saat Scorpio sama sekali tidak berkutik menghadapi serangan-serangan yang dilancarkan Prisca Widiawati dan kawan-kawan. Bahkan, Scorpio hanya mampu menambah dua poin di kuarter tersebut.

Meski berupaya bangkit pada kuarter terakhir, namun Tenaga Baru Pontianak tetap dapat mempertahankan dominasinya hingga pertandingan berakhir.

Pada pertandingan tersebut, Prisca Widiawati dan Anjelin Rosmika Simanjuntak menjadi mesin penghasil poin untuk Tenaga Baru Pontianak, masing-masing dengan 12 poin, enam rebound dan tiga assist, serta 12 poin, tiga rebound dan enam assist.

Sedangkan di tim Scorpio Jakarta, Siti Gentanamira menyumbang poin terbanyak dengan 12 poin dan tiga rebound. Scorpio harus puas dengan menenduduki posisi keenam klasemen.

“Perjuangan kami di Srikandi Cup tahun ini tidak sebaik musim sebelumnya. Tetapi, kami akan mempersiapkan diri lebih baik lagi supaya pada musim depan bisa meraih hasil yang lebih baik,” kata pemain Tenaga Baru Pontianak Fanny Kalumata yang juga meraih gelar Best Rebound Srikandi Cup 2018-2019.

Sementara itu, Pelatih Scorpio Jakarta Budi Wardoyo menyebut harus puas dengan peringkat enam karena energi pemain sudah terkuras habis, bahkan beberapa pemain cedera.

“Ada beberapa pemain yang tidak bisa dipaksakan untuk tampil. Tetapi, persiapan musim depan harus lebih baik lagi. Salah satunya menyiapkan pemain pelapis,” katanya.

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2019