Banjir bandang disebut ACT "menyapu" lima rumah di Gumbasa-Sulteng

Banjir bandang disebut ACT "menyapu"  lima rumah di Gumbasa-Sulteng

Sisa material yang terbawa saat banjir bandang menerjang Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (28/4/2019) malam. (FOTO ANTARA/HO-Dok ACT)

Banjir bandang yang menerjang pada Minggu (28/) malam di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tidak hanya terjadi di tiga Desa Kecamatan Dolo Selatan, namun juga menerjang Desa Tuva di Kecamatan Gumbasa
Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan lima rumah warga di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hanyut tersapu banjir bandang, Senin.

ACT dalam penjelasan kepada ANTARA menyebut, banjir bandang yang menerjang pada Minggu (28/) malam di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tidak hanya terjadi di tiga Desa Kecamatan Dolo Selatan, namun juga menerjang Desa Tuva di Kecamatan Gumbasa.

Akibatnya lima rumah warga di wilayah itu hanyut. Sementara bangunan masjid dan kantor desa terbelah akibat longsor.

Bupati Sigi Irwan Lapatta yang diwawancara oleh tim ACT di lokasi banjir Desa Tuva mengatakan akibat banjir bandang tidak hanya menghanyutkan rumah warga, namun juga seorang warga hingga kini belum ditemukan karena hanyut bersama rumahnya.

"Kondisi saat ini menyulitkan dalam hal evakuasi warga maupun menyalurkan bantuan, karena jalan raya di desa ini putus total,” kata Irwan
Lapatta.

Hingga saat ini akses dari Kota Palu ke Kecamatan Kulawi putus total. Material banjir berupa lumpur dan kayu gelondongan menumpuk di jalur tersebut.

Dari pantauan tim ACT di lokasi, selain banjir ruas jalan di desa itu terdapat tiga titik longsor. Satu unit alat berat saat ini sedang membersihkan material longsor.

Sementara itu Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah, Nurmarjani Loulembah mengatakan sejumlah relawan ACT saat ini masih sedang melakukan pendataan di lokasi banjir tersebut.

"Sore ini kami akan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di dua kecamatan tersebut. Bantuan itu berupa paket pangan maupun pakaian dan selimut,” kata Nurmarjani Loulembah.

Ia juga mengatakan kebutuhan makanan dan pakaian menjadi prioritas saat ini untuk didistribusikan kepada warga di terjang banjir bandang tersebut.

"Hasil asesmen (penilaian) kami di lapangan banyak warga tidak lagi memiliki pakaian layak pakai karena hanyut terbawa arus banjir," ujarnya.

Baca juga: Puluhan rumah warga Desa Balongga, Sigi rusak diterjang banjir

Baca juga: ACT kembali bangun hunian nyaman terpadu di Sigi
 
Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapatta meninjau lokasi banjir Desa Tuva, Minggu (28/4) malam. (Dok Aksi Cepat Tanggap)
Sisa material yang terbawa saat banjir bandang menerjang Desa Tuva, Minggu (28/4) malam. (Dok Aksi Cepat Tanggap)
Sisa material yang terbawa saat banjir bandang menerjang Desa Tuva, Minggu (28/4) malam. (Dok Aksi Cepat Tanggap)

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagi bantuan pakai kupon untuk minimalisasi kerumunan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar