counter

300 tanaman bonsai dipamerkan di Kediri

300 tanaman bonsai dipamerkan di Kediri

Salah satu tanaman bonsai yang dipamerkan dalam ajang "Kediri Lagi Agro Expo 2019" yang bekerja sama dengan Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Kediri di halaman Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (29/4/2019 ). (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

Dengan meningkatnya jumlah penggemar bonsai diharapkan petani khususnya di Kediri mampu menyediakan bahan bonsai hasil budi daya. Tanaman ini diharapkan juga tidak dari alam bebas
Kediri (ANTARA) - Sekitar 300 tanaman bonsai dari berbagai jenis dipamerkan dalam ajang "Kediri Lagi Agro Expo 2019" yang bekerja sama dengan Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Kediri di halaman Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dekat area Simpang Lima Gumul (SLG). 

Ketua panitia pameran bonsai dan kontes Budi Sanyoto mengemukakan penggemar bonsai kini semakin meningkat. Banyak tanaman budi daya yang dikembangkan menjadi bahan bonsai baik tanaman lokal maupun impor.

"Dengan meningkatnya jumlah penggemar bonsai diharapkan petani khususnya di Kediri mampu menyediakan bahan bonsai hasil budi daya. Tanaman ini diharapkan juga tidak dari alam bebas," katanya di Kediri, Senin.

Ia mengatakan, dari sekitar 50 anggota RUBI Cabang Kediri, hampir 50 persen anggotanya telah melakukan budi daya aneka jenis tanaman yang bisa dikembangkan menjadi bahan bonsai, baik tanaman lokal maupun tanaman impor.

RUBI Cabang Kediri, kata dia, juga mendukung program pemerintah dalam pelestarian alam Indonesia, dengan cara mendorong semua anggota RUBI untuk tidak mengambil tanaman di alam sebagai bahan bonsai, melainkan dari hasil budi daya yang juga tidak kalah menarik dibanding bahan dari alam.

Dalam pameran dan kontes tingkat tersebut ada sekitar 300 pohon dari berbagai yang dipamerkan para penggemar bonsai dari berbagai penjuru daerah, misalnya Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Blitar, Malang, Jombang, Nganjuk, Ngawi, Surabaya, Bali, Jogjakarta, hingga Bekasi.

Dari berbagai bonsai yang dipamerkan tersebut, banyak dari kolektor nasional ikut serta. Bahkan, harga yang ditawarkan juga fantastis, ada yang seharga mobil Pajero  Sport.

Ia menambahkan, sejak berdiri pada 5 Oktober 2017, RUBI telah menggelar pameran dan kontes dengan skala nasional selama dua kali. Pemeran dan kontes tersebut pertama kali digelar di Jakarta pada 2017 dengan tajuk "Festival Nusantara Satu", dan yang kedua digelar di Surabaya pada 25 November hingga 2 Desember 2018 degan tema "Festival Nusantara Dua" dengan memperebutkan piala Mendagri.

Setelah kegiatan di Kediri ini, RUBI juga merencanakan kembali menggelar pameran dan kontes dengan skala internasional pada2020 di Surabaya dan Festival Nusantara Tiga, dengan memperebutkan piala Mendagri di Bali pada November 2019.

Di Kediri, kegiatan itu digelar selama empat hari dan Senin adalah hari terakhir. Dalam lomba itu, ada berbagai macam kelas nominasi, misalnya silver hingga gold. Ada juga untuk kelas harapan. Bagi tanaman yang mendatkan penghargaan, salah satu keuntungannya adalah harga jual yang cukup tinggi.

"Dengan turunnya kolektor bonsai nasional di pameran dan kontes bonsai di Kediri ini, kami harapkan ini mampu menggairahkan dunia perbonsaian Indonesia," kata Budi.

Walaupun acara sudah digelar selama empat hari, 25-29 April 2019, masyarakat tetap memadati lokasi pameran itu. Mereka banyak penasaran tentang tanaman di pameran bonsai serta ingin tahu berbagai macam model tanaman.

"Ini sangat menarik. Bentuk pohonnya unik dan indah sekali modelnya," kata Rahman, salah seorang pengunjung.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pameran bonsai hiburan alternatif yang mengedukasi

Komentar