counter

Polisi Selandia Baru tanggapi insiden di Christchurch

Polisi Selandia Baru tanggapi insiden di Christchurch

Sejumlah wanita yang mengenakan penutup kepala sebagai penghormatan kepada korban serangan masjid terlihat sebelum ibadah salat Jumat di Hagley Park depan masjid Al-Noor, di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019). (ANTARA FOTO/REUTERS/Edgar Su)

Wellington (ANTARA) - Kepolisian Selandia Baru pada Selasa mengatakan sedang menanggapi sebuah insiden di Christchurch, kota tempat  50 orang  tewas akibat serangan oleh seorang pria bersenjata lengkap di dua masjid pada Maret.

Polisi juga meminta masyarakat untuk menghindari daerah-daerah sekitar insiden.

Surat kabar The New Zealand Herald menyebutkan bahwa polisi mendapat panggilan lantaran ada ancaman bahan peledak dan bahwa para warga di sekitarnya telah dievakuasi dari rumah-rumah mereka. 

Kepolisian menolak berkomentar soal sifat insiden itu, yang muncul di daerah Phillipstown, Christchurch, kota yang berada di South Island tersebut. Pihaknya tidak memberikan informasi lebih lanjut soal insiden tersebut.

Juru bicara lembaga layanan St John Ambulance mengatakan sebuah ambulans telah disiagakan di lokasi kejadian atas permintaan polisi namun tidak ada pasien satu pun yang dirawat.

Juru bicara kepolisian menolak mengomentari laporan Herald tentang kemungkinan ancaman bom.

Sumber: Reuters


Baca juga: Penyelidikan serangan Christchurch kembali dilaporkan akhir tahun
Baca juga: PM Selandia Baru umumkan komisi penyelidikan serangan Christchurch
Baca juga: Tujuh pesan Indonesia sikapi serangan teror di masjid Selandia Baru

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bisa belajar toleransi beragama dari New Zealand

Komentar