Atletik

Strategi latihan atlet nasional selama bulan puasa

Strategi latihan atlet nasional selama bulan puasa

Salah satu atlet tim estafet 4x100 putra Indonesia Eko Rimbawan memberikan keterangan di sela latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (29/4/2019). (Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Bulan suci Ramadan yang akan segera datang, membuat atlet-atlet nasional menyiapkan berbagai strategi agar bisa tetap melanjutkan latihan rutin dan mempersiapkan diri untuk kejuaraan yang akan datang.

"Latihan inti dipindah ke sore hari. Biasanya kami lakukan setiap pagi. Saat bulan puasa nanti, kami akan latihan teknik di kolam dan latihan core (otot) saja di pagi hari,” kata asisten pelatih atletik nomor sprint Fadlin Ahmad di Jakarta, Selasa.

Atlet atletik sendiri dipastikan bakal kerja keras karena akan turun pada IAAF World Relays 2019 di Yokohama, Jepang, 12-13 Mei. Mereka adalah Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Bayu Kertanegara, Muhammad Abina Bisma serta dua atlet cadangan Joko Kuncoro Adi dan Adi Ramli.

Selain menyesuaikan jadwal latihan, asupan suplemen dan vitamin para atlet akan ditingkatkan yang salah satu fungsinya untuk mengganti nutrisi yang kurang atau hilang selama berpuasa.

“Sama seperti pengalaman dulu, kembali lagi ke atletnya. Latihan kan butuh banyak tenaga tapi semua tergantung pribadi atletnya sendiri,” kata satu sprinter Eko Rimbawan saat ditanya latihan saat puasa.

Baca juga: PASI fokus kawal langkah Zohri menuju Tokyo

Berbagai macam latihan memang akan dilakukan saat memasuki bulan puasa nanti, termasuk latihan estafet, latihan fisik dan latihan unifikasi.

Penyesuaian latihan juga dilakukan atlet lempar lembing. Saat puasa, latihan akan dikurangi. Hanya saja, sebelum latihan akan digenjot mengingat dua atlet lempar lembing Rustika Sibagariang dan Abdul Hafiz akan berlomba pada Universiade Napoli 2019, 3-14 Juli.

"Ini lagi persiapan kita genjot terus sebelum turun intensitas (latihan)-nya saat puasa. Jadi nanti setelah puasa, tinggal persiapan event saja. Saat puasa latihan dilakukan satu kali saja," kata pelatih lempar lembing M Zainuddin Umar.

Berbeda dari atletik, atlet-atlet renang justru menyesuaikan jadwal berpuasa dengan agenda latihan.

“Yang sebelum-sebelumnya memang kita kadang puasa kadang tidak,” kata perenang asal Jawa Barat Fadlan Prawira saat dijumpai usai acara puncak kejuaraan nasional Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2019 di Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (28/4)

Baca juga: Lompatan Sapwaturrahman didiskualifikasi di final Kejuaraan Asia

Fadlan, yang baru saja meraih titel perenang terbaik KU 1 & senior putra pada FAI 2019, mengaku langsung fokus kepada persiapan menghadapi SEA Games akhir tahun nanti.

“Kalau lihat kondisinya sekarang kan kita ada target untuk SEA Games nanti, mungkin puasanya akan dilakukan di hari Sabtu atau Minggu,” katanya.

Pernyataan Fadlan ini dibenarkan oleh perenang Triadi Fauzi yang juga dari Jawa Barat. Menurutnya, meski bulan puasa, latihan akan berjalan seperti biasa, terutama dengan persiapan intensif guna menghadapi SEA Games.

“Berjalan seperti biasa saja. Biasanya kalau ada event pertandingan yang pas-pasan dengan bulan Ramadan, saya hanya puasa hari Sabtu dan Minggu saja,” jelas Triadi melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa.

Latihan yang dijalankan Fadlan dan Triadi termasuk latihan teknik di kolam renang, latihan fisik seperti angkat berat dan latihan otot, serta yoga.

Baca juga: Bangka Tengah tersanjung jadi tuan rumah Kejurnas Atletik

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menengok aktivitas Muhammad Zohri usai Asian Games 2018

Komentar