Perusahaan diimbau tingkatkan keterampilan pekerja selaras Industri

Perusahaan diimbau tingkatkan keterampilan pekerja selaras Industri

Illustrasi: Pekerja memproduksi sepatu di Tangerang, Banten, untuk diekspor ke mancanegara. Kementerian Perindustrian memproyeksi ekspor produk alas kaki dalam negeri pada tahun 2019 bisa mencapai 6,5 miliar dollar AS atau naik dari 5,11 miliar dollar AS pada 2018. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras)

...para pekerja seharusnya juga aware terhadap edukasi dan yang seharusnya mereka dapatkan sebagai seorang pekerja
Jakarta (ANTARA) - Pada peringatan Hari Buruh kali ini berbagai perusahaan dinilai perlu untuk lebih menyelaraskan kapasitas dari para pekerja dengan kondisi transformasi digital yang saat ini kerap diwacanakan sebagai konsep Revolusi Industri 4.0.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Mercyta Jorsvinna Glorya, Rabu mengatakan untuk tetap bisa mengikuti perkembangan dunia industri, para pekerja harus meningkatkan kapasitas mereka.

"Peningkatan kapasitas bisa dilakukan lewat pelatihan, kursus, dan juga sertifikasi. Para pelaku industri wajib melaksanakan berbagai kegiatan terkait peningkatan kapasitas pekerja mereka. Hasil dari peningkatan kapasitas pekerja memang belum tentu terlihat dalam waktu singkat," katanya.

Namun dalam jangka panjang, lanjut dia, mereka akan menjadi pekerja yang andal di bidangnya masing-masing.

Ia menyatakan bahwa pada saat ini memang ada banyak permasalahan yang disuarakan oleh kaum pekerja, seperti kenaikan upah minimum, permasalahan pengupahan, persoalan perlindungan sosial yang belum merata, hingga sistem kerja outsourcing atau alih daya.

Namun, lanjutnya, ada satu hal yang kerap dilupakan yaitu kewajiban pemberi kerja untuk meningkatkan kapasitas para pekerjanya.

"Para pemberi kerja atau pengusaha seharusnya dengan segera mengalokasikan anggaran dalam kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kapasitas pekerja. Mereka juga yang akan mendapatkan manfaat kalau para pekerjanya terus up to date atau termutakhirkan dengan berbagai hal yang terkait dengan kapasitasnya sebagai pekerja," ujar Mercyta.

Menurut dia, seiring dengan globalisasi penerapan teknologi dan penggunaan bahasa akan lebih cenderung mengikuti dunia internasional, sehingga kemampuan berkomunikasi, terlebih dalam bahasa asing, menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh para pekerja Indonesia.

Mercyta mengemukakan bahwa pencanangan Industri 4.0 oleh Presiden Joko Widodo harus direspon positif oleh dunia industri dan para pekerja.

"Tidak melulu menyuarakan hal-hal yang sudah sering didengar, para pekerja seharusnya juga aware terhadap edukasi dan yang seharusnya mereka dapatkan sebagai seorang pekerja. Para pengusaha juga sudah seharusnya merespon hal ini melalui penyediaan kegiatan untuk peningkatan kapasitas pekerja," ucapnya.

Baca juga: Prabowo: Buruh adalah tulang punggung Indonesia

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pahlawan di tengah pandemi dan era revolusi industri 4.0

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar