counter

Erick Thohir cerita kaitan film "Avenger: Endgame" dengan Pemilu 2019

Erick Thohir cerita kaitan film "Avenger: Endgame" dengan Pemilu 2019

Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Tohir (Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, bercerita soal pesan moral di balik cerita film "Avenger: Endgame" kaitannya dengan perjuangan pada Pemilu Presiden 2019.

"Film Avenger: Endgame ini banyak menyampaikan pesan-pesan moral yang penting. Film ini bercerita soal pertempuran, peperangan, kerusuhan, yang menimbulkan banyak korban, tapi di sisi lain, juga bercerita soal upaya perdamaian yang membuahkan kemenangan dan kedamaian," kata Erick Thohir usai nonton film bersama wartawan peliput pemilu presiden di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu.

Pada kesempatan tersebut hadir juga, jajaran TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, antara lain, Abdul Kadir Karding (wakil ketua), Arya Sinulingga (direktur media sosial), dan Ade Irfan Pulungan (direktur hukum dan advokasi).

Menurut Erick Thohir, upaya perdamaian yang membuahkan kemenangan dan kedamaian menjadi contoh indah bagi pemilu yang diselenggarakan setiap lima tahun, yang diakhiri dengan persahabatan dan persatuan bangsa.

"Tadi di film, Kapten Amerika yang melakukan pertempuran tapi kemudian melakukan upaya damai dan menciptakan suasana kedamaian, sehingga kehidupan menjadi damai dan kondusif," katanya.

Karena itu, setelah pemilu selesai dan sambil menunggu penghitungan suara resmi dari KPU, menurut dia, saat ini para elite maupun masyarakat Indonesia untuk bersatu kembali dan menyiapkan diri untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara.

Erick menegaskan, kalau bangsa Indonesia terus saling menyalahkan satu sama lain, terus membangun narasi negatif, terus membangun pesimisme, maka Indonesia tidak maju dan menjadi bangsa tertinggal.

"Padahal, harapan sebagian besar bangsa Indonesia, pada 2045, Indonesia sudah menjadi negara maju dan menjadi kekuatan ekonomi keempat terkuat di dunia. Kalau pembangunan bangsa tidak dimulai dari sekarang, Indonesia bisa ketinggalan," katanya.

Erick juga mengingatkan, agar bangsa Indonesia mencontoh dari bangsa-bangsa lain yang sudah maju, misalnya Singapura dan Korea Selatan.

"Latar belakang itulah kenapa kami mengajak rekan media dan relawan untuk bersama-sama menonton film ini. Mari kita membangun kesadaran bangsa untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara," katanya.

Pengamanan sidang sengketa pilpres, Medan Merdeka Barat dibuka

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar