Festival Hari Pendidikan di Batam lestarikan permainan tradisional

Festival Hari Pendidikan di Batam lestarikan permainan tradisional

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyapa siswa, dalam puncak perayaan Hardiknas di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (2/5/2019) (Humas Pemkot Batam)

Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar
Batam (ANTARA) (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau melestarikan berbagai permainan tradisional setempat, dalam Festival Hari Pendidikan Nasional di Kota Batam, Kamis.

Ratusan siswa menampilkan berbagai permainan tradisional dalam puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional di Batam, di antaranya layang-layang, gasing, egrang, dan senam sehat.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan, pelestarian permainan nasional merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sedang dibangun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja," kata dia.

Pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur, ujarnya.

Pemerintah menetapkan tema Hardiknas 2019 yaitu Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan.

Tema itu mencerminkan pesan Ki Hajar Dewantara terkait hubungan pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan, guna membingkai sumberdaya manusia yang berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengatakan peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sedangkan dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung.

Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar, katanya.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik.

Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat, tambahnya.

Saat ini, peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka, lanjut dia, lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru.

Menurut dia, hal itu bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui pendidikan, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Sementara itu, dalam perayaan Hardiknas 2019, Pemkot Batam juga memberikan penghargaan pendidikan berupa penghargaan kepada siswa, guru dan kepala sekolah beprestasi.


Baca juga: Pelaksanaan Hardiknas diharapkan jadi refleksi perkuat pendidikan
Baca juga: Ikapi selenggarakan bazar buku selama perayaan Hardiknas


 

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Disdik Kota Tangerang prioritaskan sekolah penggerak & inklusi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar