Tarawih ala Haramain akan digelar di Masjid Al Markaz Makassar

Tarawih ala Haramain akan digelar di Masjid Al Markaz Makassar

Masjid Al Markaz Al Islami Jendral M Yusuf sebagai salah satu ikon Kota Makassar Sulawesi Selatan. ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Imam, qori', serta muadzin berasal dari nasional dan internasional. Rata-rata mereka adalah orang Sulawesi Selatan yang pernah belajar di negara-negara Islam,
Makassar (ANTARA) - Masjid Al Markaz Al Islami Jendral M Yusuf sebagai salah satu ikon Kota Makassar, Sulawesi Selatan akan melaksanakan tarawih ala Haramain Kota Mekkah, Arab Saudi, pada Ramadhan tahun 1440 Hijriah.

"Tarawih ala Haramain maksudnya khatam satu juz per hari. Jadi selama 30 hari akan khatam Alqur'an," Ketua Panitia Ramadhan 1440 H Masjid Al Markaz Al Islami, Maskur Yusuf, di Makassar, Sabtu.

Sebagai salah satu masjid terbesar di Kota Makassar, Masjid Al Markaz kini mulai menggelar berbagai kegiatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Ia menyebutkan, tarawih ala haramain sampai tadarrus bersama di waktu Subuh menjadi agenda selama Ramadhan. Ini dimaksudkan untuk memantapkan ibadah selama Ramadhan.

Menariknya, tadarrus setelah shalat hingga ceramah subuh akan dipimpin langsung oleh qori nasional hingga internasional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Mereka merupakan alumni kampus Islam di berbagai belahan dunia.

"Imam, qori', serta muadzin berasal dari nasional dan internasional. Rata-rata mereka adalah orang Sulawesi Selatan yang pernah belajar di negara-negara Islam," ungkapnya.

Sampai saat ini, menyambut bulan penuh berkah, kata Maskur, panitia Ramadhan 2019 telah menyiapkan jadwal dan agenda untuk setiap kegiatan yang akan mewarnai bulan Ramadhan. Jadwal yang telah disusun seperti imam tarawih, imam Isya, imam Subuh, penceramah tarawih, penceramah subuh dan penceramah Dhuhur.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Al Markaz tetap menyediakan seribu nasi dos per hari untuk hidangan buka puasa para jamaah masjid yang berlokasi di Jalan Urip Sumihardjo Makassar tersebut.

Sementara khusus di 10 malam terakhir Ramadhan, panitia akan menyiapkan makanan sahur bagi jamaah yang ikut shalat malam.

"Jika persiapan kami tidak cukup, maka kami panitia akan memberikan jamaah kupon sahur ke warung sekitar masjid sehingga jika ada yang tidak kebagian makanan tetap bisa bersantap sahur," terangnya.

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar