Helikopter tentara Venezuela jatuh, tujuh orang tewas

Helikopter tentara Venezuela jatuh, tujuh orang tewas

Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbincang dengan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez dan Komandan Operasional Strategis Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian Remigio Ceballos, didampingi Presiden Dewan Konstitusi Nasional Diosdado Cabello yang berbincang dengan istri Maduro, Cilia Flores, saat upacara peringatan 17 tahun kembalinya kekuasaan mendiang Presiden Hugo Chavez setelah upaya kudeta dan Hari Militer Nasional di Karakas, Venezuela, Sabtu (13/4/2019). (REUTERS/CARLOS GARCIA RAWLINS)

Karakas (ANTARA) - Satu helikopter militer Venezuela jatuh dekat Karakas pada Sabtu pagi, menewaskan tujuh orang yang ada di dalamnya, kata Kementerian Pertahanan dalam satu pernyataan.

Helikopter itu sedang dalam penerbangan dari Ibu Kota Karakas, Venezuela, menuju Negara Bagian Cojedes, di bagian tengah-barat negara itu ketika jatuh, kata kementerian itu, dengan menambahkan pihak berwenang sedang menyelidiki sebab-sebab helikopter tersebut jatuh.

Presiden Nicolas Maduro sedang berada di Cojedes pada Sabtu untuk menyaksikan serangkaian latihan tentara. Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia mengatakan latihan-latihan itu menunjukkan kesiapsiagaan militer Venezuela menghadapi apa yang dia katakan ancaman yang berasal dari Amerika Serikat.

Maduro menuding pemerintah AS berusaha menggulingkan dia melalui kudeta dengan mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido, yang mengecam Maduro sebagai presiden yang tak sah. Guaido sendiri menyatakan dirinya sebagai presiden yang mendapat dukungan antara lain dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat sebagai sekutunya.

"Saya sangat menyesal atas insiden ini dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para keluarga dan teman mereka," cuit Maduro kemudian di Twitter.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar