counter

Taliban Pelaku bom bunuh diri serang kantor polisi Afghanistan

Taliban Pelaku bom bunuh diri serang kantor polisi Afghanistan

Keluarga dan penduduk berpartisipasi dalam upacara pemakaman dari salah satu korban bom bunuh diri di Asadabad, ibukota provinsi Kunar, Afghanistan, Sabtu (27/2). Pelaku bom bunuh diri dari Taliban meledakkan dirinya dekat Kementerian Pertahanan Afghanistan di Kabul pada hari Sabtu, menyebabkan korban besar beberapa jam setelah serangan di timur provinsi Kunar menewaskan 13 orang dan membuat pembicaraan damai yang akan datang meragukan. (REUTERS/Parwiz/cfo/16)

Kabul (ANTARA) - Sedikitnya 20 orang cedera setelah seorang gerilyawan Taliban pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di markas pusat kepolisian di kota Pul-e-Khumri, Afghanistan bagian utara, menurut pejabat Afghanistan dan Taliban, Minggu.

Sejumlah petempur Taliban membawa senjata memasuki markas kepolisian setelah ledakan dan menembak petugas keamanan di tempat tersebut.

"Bentrokan tidak berhenti. Sebanyak 20 orang terluka dan dibawa ke rumah sakit dari tempat ledakan," kata Assadullah Shahbaz, anggota Dewan Provinsi Baghlan. Ia menambahkan bahwa mereka segera mengirim petugas dari provinsi tetangga.

Taliban mengaku bertanggungjawab atas "ledakan besar" dan bentrokan dengan pasukan Afghanistan.

"Sejumlah petempur Taliban yang lain sekarang sedang bentrok dengan pasukan Afghanistan," kata jJru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

Nasrat Rahimi, seorang juru bicara pada Kementerian Dalam Negeri di Kabul, mengatakan pasukan Afghanistan menundukkan seorang petempur yang mencoba memasuki markas kepolisian, namun sejumlah petempur lain merangsek ke kantor tersebut.

Taliban melakukan penyerangan ke kantor-kantor keamanan untuk mengacaukan polisi dan pasukan meskipun mereka mengadakan pembicaraan langsung dengan pejabat Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Afghanistan.

Sumber: Reuters

Baca juga: AS, Taliban kembali berunding dalam putaran keenam
Baca juga: Presiden Ghani desak anggota parlemen baru terlibat proses perdamaian
Baca juga: Pertempuran sengit berkecamuk antara Taliban dan IS di Afghanistan

 

Penerjemah: Maria D Andriana
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar