counter

Liga Champions

Pochettino ingin Tottenham nikmati situasi tak terduga yang dijalani

Pochettino ingin Tottenham nikmati situasi tak terduga yang dijalani

Ekspresi pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino saat mendampingi timnya dalam sesi latihan di Stadion Johan Crufjj Arena, Amsterdam, Belanda, Selasa (7/5/2019) setempat, sehari jelang menghadapi tuan rumah Ajax dalam laga kedua semifinal Liga Champions. (ANTARA/REUTERS/Matthew Childs)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino menegaskan bahwa tak seorangpun memprediksi timnya berada di semifinal Liga Champions musim ini, sehingga ia ingin semura pemain menikmati situasi tersebut.

Tottenham akan melakoni laga kedua di Stadion Johan Crujff Arena, Amsterdam, Belanda, pada Kamis (9/5) dini hari WIB, dengan situasi tertinggal agregat 0-1 dari tuan rumah Ajax.

"Tak seorangpun mengira kami bakal punya kesempatan untuk mencapai final Liga Champions di pekan-pekan pengujung musim seperti ini," kata Pochettino dalam jumpa pers di Amsterdam, Selasa setempat, dilansir laman resmi Tottenham Hotspur.

"Sekarang kami perlu menikmati momen ini dan tetap memupuk kepercayaan," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Lloris tak mau Tottenham berhenti di semifinal

Pochettino mengakui kekalahan di laga pertama membuat timnya berada di posisi yang sulit, namun bukan berarti tanpa kesempatan.

"Kesempatan masih terbuka. Kami sadar butuh meraih kemenangan dan menampilkan yang terbaik," katanya.

"Sekali lagi ini momen yang menggairahkan buat kami," pungkas mantan pelatih Southampton itu.

Tottenham membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk bisa membayar lunas defisit kekalahan 0-1 di laga pertama jika ingin lolos ke final.

Di final Tottenham akan berhadapan dengan pemenang laga semifinal lain antara Liverpool kontra Barcelona, yang saat ini keunggulan dimiliki raksasa Spanyol dengan agregat 3-0.

Baca juga: Lawan Tottenham, Erik Ten Hag tidak gentar

Baca juga: Wacana liga Pan-Eropa banjir tentangan

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar