counter

Baznas gandeng Ditjen Dukcapil petakan muzaki potensial

Baznas gandeng Ditjen Dukcapil petakan muzaki potensial

Penandatanganan kerja sama Baznas dan Ditjen Dukcapil Kemendagri dilakukan oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh (kedua kanan) dan Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta (kedua kiri) dengan disaksikan Ketua Baznas Bambang Sudibyo (kiri) di Kantor Baznas, Jakarta, Rabu (8/5/2019). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, memanfaatkan basis data kependudukan untuk memetakan para pemberi (muzaki) dan penerima (mustahik) zakat, infak, dan sedekah.

Kerja sama ini yakni mengintegrasi Sistem Basis Data Mustahik yang dimiliki Baznas dengan data kependudukan yang dimiliki oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri.

"Perjanjian kerja sama Baznas dengan Dukcapil ini adalah langkah strategis dalam pelayanan muzaki dan mustahik dengan berbasis data kependudukan yang sangat detil," kata Ketua Baznas Bambang Sudibyo di Jakarta, Rabu.

Pihaknya berharap dengan memanfaatkan basis data kependudukan, penyaluran zakat bisa lebih tepat sasaran.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh dan Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta dengan disaksikan Ketua Baznas Bambang Sudibyo di Kantor Baznas, Jakarta, Rabu.

Sementara Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh menyambut baik kerja sama ini.

"Alhamdulillah Baznas percaya dengan Dukcapil Kemendagri," kata Zudan.

Zudan berharap dengan pemanfaatan data kependudukan, pengelolaan zakat Baznas bisa menjadi lebih baik sehingga penerimaan dana zakat meningkat serta penyaluran zakat lebih merata dan tepat sasaran.

"Sehingga muzaki dan mustahik bisa terdata dengan baik, berapa kali dan kapan setor (zakat) didata. Umat Muslim di Indonesia ada 229 juta orang, kalau separuhnya bisa tertib zakat berarti muzaki yang potensial ada 100 juta orang," katanya.

Menurut Zudan, sejauh ini pihaknya telah menjalin bekerja sama dengan 1.210 lembaga yang memanfaatkan data dukcapil.

Meski data dukcapil bisa diakses oleh lembaga lain, Zudan menjamin data tersebut aman karena sebelum sepakat menjalin kerja sama dengan suatu lembaga, Ditjen Dukcapil terlebih dahulu melihat kredibilitas lembaga tersebut.

"Ini data kita bersama yang perlu kita optimalkan dan jaga kerahasiannya," ujar dia. 

Baca juga: Baznas salurkan makanan berbuka untuk dhuafa
Baca juga: Baznas pawai kampanye zakat jelang Ramadhan
Baca juga: Baznas salurkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Palestina

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komite 60 Tahun Jepang-Indonesia bangun kembali sekolah di Sulteng

Komentar