Pedagang di Kupang optimistis harga daging selama Ramadhan stabil

Pedagang di Kupang optimistis harga daging selama Ramadhan stabil

Seorang pedagang yang menjual daging ayam ras di Pasar Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkirakan harga daging stabil selama Ramadhan. (Antara foto/Aloysius Lewokeda)

Kupang (ANTARA) - Sejumlah pedagang daging di pasar tradisional di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur mengaku optimistis harga komoditi daging tetap stabil selama  Ramadhan hingga Hari Raya Lebaran.

"Harga daging masih aman dan saya yakin sampai Lebaran nanti juga masih stabil," kata Johanes, seorang pedagang daging sapi di Pasar Kasih, Kelurahan Naikoten Kota Kupang, Kamis.

Ia mengatakan, kondisi harga daging sapi selama satu hingga dua minggu terakhir juga tidak bergejolak dan dijual dengan kisaran Rp90 ribu per kilogram.

Menurutnya, pasokan daging sapi saat ini masih cukup memadai sehingga para pedagang masih menjualnya dengan harga yang normal.

"Meskipun biasanya nanti menjelang Lebaran permintaan banyak tapi harganya bisa terjaga karena pasokan lancar," katanya.

Sementara itu, Ratna, seorang pedagang daging ayam di Pasar Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, mengemukakan harga daging ayam ras saat ini juga masih stabil meskipun permintaan mulai banyak memasuki Bulan Ramadhan.

Ia menjelaskan, daging ayam ras yang dijual tanpa bagian isi perutnya sekitar Rp50 ribu per dua kilogram.

"Kalau pasokan masih lancar seperti ini maka nanti sampai Lebaran juga harga tetap stabil meskipun permintaan banyak," katanya.

Ratna berharap agar pemerintah setempat terus memastikan pasokan daging ayam dari pihak distributor berjalan lancar mengingat harga komoditi ini sering kali mengalami lonjakan permintaan menjelang hari raya.

Baca juga: Buruh minta Pemerintah Aceh atasi kenaikan harga daging
Baca juga: Harga daging sapi di Jakarta terpantau stabil jelang Ramadhan
Baca juga: Kementan terapkan strategi kemitraan untuk stabilkan harga daging ayam

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Takjil yang dibayar dengan doa

Komentar