counter

Laporan dari London

Raja Lesotho inginkan kerja sama lebih erat dengan Indonesia

Raja Lesotho inginkan kerja sama lebih erat  dengan Indonesia

Duta Besar Salman Al Farisi (kiri) menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Raja Lesotho Letsie III di Maseru, Ibu Kota Kerajaan Lesotho, pada Kamis (9/5/2019). (KBRI Pretoria)

London (ANTARA) - Raja Lesotho Letsie III mengharapkan Indonesia dan negaranya meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, terutama perdagangan, pariwisata, pertanian, teknologi informasi dan telekomunikasi.

Harapan tersebut ia sampaikan usai menerima surat kepercayaan yang diserahkan Duta Besar RI Salman Al Farisi di Maseru, Ibu Kota Kerajaan Lesotho, pada Kamis (9/5). 

Salman Al Farisi adalah duta besar RI yang bertugas untuk mengepalai perwakilan Indonesia di Republik Afrika Selatan dan merangkap sebagai kepala perwakilan RI untuk Kerajaan Lesotho, Kerajaan Eswatini serta Republik Botswana. 

Dalam sambutan pada penerimaan Dubes Salman, Raja Letsie III mengatakan bahwa ia menghargai semangat Asia-Afrika yang selalu mendasari hubungan baik Lesotho dan Indonesia.

Raja kemudian menyatakan harapan bahwa kedua negara akan menjalankan kerja sama yang lebih erat di sektor perdagangan, pariwisata, pertanian, teknologi informasi, dan telekomunikasi, menurut keterangan KBRI Pretoria di Afrika Selatan yang diterima ANTARA, Jumat. 

"Setelah penyerahan Surat-surat Kepercayaan berlangsung, Raja Lesotho berkenan untuk berbincang-bincang dengan Dubes Salman Al Farisi secara pribadi, dan kembali menegaskan pentingnya kedua negara meningkatkan kerja sama di berbagai sektor," bunyi keterangan tersebut. 

Pada upacara penyerahan Surat Kepercayaan, Dubes Salman menyampaikan berbagai potensi yang belum tergali serta komitmen untuk meningkatkan kerja sama RI-Lesotho selama masa penugasannya.

Salah satu bukti keseriusan Indonesia untuk meningkatkan hubungan dengan Lesotho adalah dengan mengundang kehadiran pemerintah serta para pelaku usaha Lesotho untuk berpartisipasi pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID), yang akan berlangsung Agustus tahun ini, kata KBRI Pretoria.

IAID merupakan tindak lanjut penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF), yang dilaksanakan tahun 2018 dan dihadiri antara lain oleh perwakilan Lesotho.

Saat berkunjung ke Maseru, Dubes Salman juga melakukan pertemuan dengan para pejabat tinggi Kerajaan Lesotho,  termasuk wakil perdana menteri serta wakil menteri luar negeri dan kerja sama internasional.  

Dalam pernyataannya kepada para pejabat tinggi Lesotho, Salman menyampaikan keinginan Indonesia untuk memajukan kerja sama di berbagai sektor industri strategis, dari infrastruktur, persenjataan, tekstil hingga ekonomi digital.  

Wakil Perdana Menteri Lesotho Monyane Moleleki menyambut baik undangan untuk menghadiri  IAID dan mengharapkan Indonesia meningkatkan berbagai program peningkatan kapasitas, kata KBRI Pretoria.  

Wakil PM Lesotho juga mengakui peran Indonesia dalam pasukan penjaga perdamaian PBB dan menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi Lesotho untuk ikut aktif dalam program serupa di Afrika.

Sementara itu, Wakil Menlu dan Kerja Sama Internasional Lesotho, Halebonoe Sets’abi,  menekankan akan mendukung penuh pelaksanaan tugas Dubes RI di Pretoria dalam upaya peningkatan hubungan kedua negara, termasuk menyambut baik usulan untuk memulai pembicaraan soal perjanjian bebas visa bagi pejabat diplomatik dan kedinasan.


Penyambutan Militer

Penyerahan Surat Kepercayaan Dubes Salman Al Farisi kepada Raja Letsie berlangsung di Maseru pada pukul 11.00 waktu setempat, di tengah musim dingin yang sejuk dan cerah serta kemeriahan pasukan Istana yang mengiringi upacara tersebut.  

Saat upacara, Raja Lesotho didampingi para pejabat pemerintahan Kerajaan Lesotho, sementara Dubes Salman didampingi oleh istrinya, Umi Al Farisi, serta para pejabat KBRI Pretoria. 

Upacara dimulai dengan penyerahan Surat-surat Kepercayaan Dubes LBBP RI dari Presiden Republik Indonesia kepada Raja Lesotho, kemudian dilanjutkan dengan prosesi militer.

"Dubes RI di Pretoria berkesempatan menginspeksi pasukan militer Kerajaan Lesotho, yang mengenakan seragam warna-warni," menurut keterangan KBRI Pretoria. 

Penyambutan militer dilaksanakan di area taman utama Istana dan dilanjutkan dengan memperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia dan Kerajaan Lesotho.

Lesotho adalah negara yang terletak di bagian selatan Republik Afrika Selatan. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Lesotho telah berlangsung sejak tahun 1993.

Duta Besar Salman Al Farisi, yang tiba di Pretoria pada 9 Juni tahun lalu, merupakan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh RI ketujuh di Pretoria.

Baca juga: Berkat silat, warga Afrika Selatan semakin mengenal Indonesia
Baca juga: KBRI Pretoria promosikan produk unggulan lewat platform digital


Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar