Bantu Palestina, warga Pandeglang sumbang dana belasan juta

Bantu Palestina, warga Pandeglang sumbang dana belasan juta

Bupati Pandeglang Irna Narulita memberikan cendera mata kepada Syech Dr. Abdul Karim Husen Yasin, ulama dari Palestina di Pendopo Pemkab, Jumat (10/5/2019). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkab Pandeglang/Ridwan Chaidir).

Kami dihujani peluru, padahal tanah ini milik kami. Namun kaum Yahudi merampasnya dari kami. Bahkan saat ini saja masjid kebanggaan umat Islam Al-Aqso dikuasai oleh zionis Israel
Pandeglang (ANTARA) - Warga Pandeglang, Provinsi Banten, pada pengajian rutin di Pendopo Pemkab, Jumat, berhasil mengumpul dana kurang lebih Rp15 juta untuk disumbangkan kepada rakyat Palestina.

Pengajian rutin yang dihadiri Bupati Pandeglang Irna Narulita itu sengaja menghadirkan ulama Palestina, Syech Dr Abdul Kareem Husen Yasin, yang memberikan tausiyah.

Syech Dr Abdul Karim Husen Yasin dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya kebersamaan, kondisi Palestina sebelum penjajahan, setelah penjajahan dan langkah konkret yang harus dilakukan.

Diterjemahkan oleh Ustad M. Zia, Syech Dr. Abdul Karim Husen Yasin mengucapkan terima kasih kepada para pejabat di Pandeglang khususnya bupati yang telah menyambutnya dalam kesempatan pengajian rutin di pendopo.

"Saya mengucapkan sangat senang bisa disambut di Pandeglang dan rasa syukur segenap pejabat yang telah membukakan pintunya. Saya sangat senang acara ini yang dilaksanakan di bulan Ramadhan, mudah mudahan Ramadhan ini menjadi berkah," katanya.

Menurut dia , pengajian yang dilakukan sangat tepat sekali apalagi pada bulan Ramadhan.

Kondisi di Indonesia, kata dia, seperti kegiatan pengajian tersebut tidak dapat dirasakan oleh warga palestina.

"Kami dihujani peluru, padahal tanah ini milik kami. Namun kaum Yahudi merampasnya dari kami. Bahkan saat ini saja masjid kebanggaan umat Islam Al-Aqso dikuasai oleh zionis Israel," ujarnya.

Ia menegaskan tidak dipungkiri sejauh ini banyak sekali sumbangsih rakyat Indonesia, khususnya Kabupaten Pandeglang kepada warga Palestina.

"Kita tahu masyarakat Indonesia sangat dikenal kecintaannya kepada Masjidil Al-Aqso, namun jarak kita sangat jauh mudah-mudahan sumbangsih kita menjadi perkara yang dicintai Allah SWT," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, yang terjadi sebenarnya di Israel itu bukan perkara perebutan tanah, namun, hak milik warga Palestina yang dirampas bahkan negara zionis itu melakukan penindasan terhadap umat Islam.

"Kita ingin para khatib, ustadz, guru menyampaikan tentang permasalahan yang terjadi di Palestina," katanya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, sebagai kaum Muslimin merasakan apa yang dirasakan warga palestina.

 "Merek berjuang mempertahankan tanahnya yang terampas oleh negara Israel, dan sekarang Masjidil Al-Aqso dikuasai Israel, masjid ini milik umat manusia seluruhnya. Semoga warga Palestina diberi kesabaran dan ketabahan," katanya.

Baca juga: Indonesia serukan penghentian pembangunan permukiman ilegal Israel

Baca juga: Presiden Palestina kutuk serangan di dekat tempat suci Yerusalem

Baca juga: Indonesia terus dorong pembahasan isu Palestina di DK PBB

Baca juga: Israel Berencana Bahayakan Masjidil Aqsa

Pewarta: Ridwan Chaidir
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kesadaran tertib berlalu lintas warga Pandeglang membaik

Komentar